Gara-gara Makeup North West, Kim Kardashian dan Kanye West Ribut

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Kardashian dan North West (Instagram @kimkardashian)

    Kim Kardashian dan North West (Instagram @kimkardashian)

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski usianya baru enam tahun, North West sudah menjadi salah satu ikon fashion. Putri Kim Kardashian dan Kanye West ini kerap tampil dengan barang fashion branded dan make up. Ya, makeup. Seperti gadis kecil pada umumnya, ia senang mencoba-coba makeup ibunya. Ia pernah menggunakan eye shadow oranye dan lipstik hitam. 

    Gara-gara makeup itu, Kim Kardashian dan Kanye West sering bertengkar. Kim membolehkan putri sulungnya itu pakai riasan, sementara suaminya melarang. Masing-masing punya alasan berbeda. Kim merasa wajar gadis kecil mencoba-coba makeup, sementara Kanye menganggap itu haram sampai usia remaja.

    North West (Instagram @kimkardashian)

    "North sedang mencoba-coba rias wajah, tetapi dia terhalang karena ayahnya telah menghentikan semua rias wajah sampai dia remaja," kata Kim seperti dikutip Harper’s Bazaar, Jumat, 25 Oktober 2019.  "Ini diskusi besar, pertarungan besar di rumah tangga saat ini, tapi itulah yang terbaik.”

    Kim mengatakan, sebagai orang tua, dia juga masih belajar dan mencari tahu tentang hal itu. Tapi pada akhirnya memutuskan bahwa dia dan Kanye benar-benar tidak ingin North West pakai makeup di usia muda. “Kecuali dia melihat ibunya memakai lipstik dan lip gloss,” ujar Kim Kardashian.

    Aturan fashion untuk North West tidak hanya makeup. Dalam sebuah wawancara awal pekan ini, Kanye West mengatakan melarang putrinya menggunakan crop top. “Saya tidak mengizinkan North mengenakan crop tops hanya karema saya membiarkannya menggunakan slip dress pada usia 2 tahun,” kata Kanye West.

    HARPER'S BAZAAR | HUFFPOST 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara