Tips Adinda Thomas dan Debi Sagita Tetap Kinclong saat Hiking

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adinda Thomas (Instagram @adindathomas)

    Adinda Thomas (Instagram @adindathomas)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mendaki gunung atau hiking mulai menjadi gaya hidup para wanita perkotaan, termasuk Adinda Thomas dan Debi Sagita. Dua pegiat alam yang juga aktris itu sering mengunggah foto dan video aktivitasnya hikingnya di Instagram. Meski hobi mendaki gunung, kedua wanita ini selalu memperhatikan kesehatan kulitnya

    Menurut Adinda dan Debi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan para pendaki wanita untuk perawatan wajah dan tubuh saat hiking. Menurut mereka hal pertama dan wajib untuk dibawa dan dipakai ialah krim penangkal matahari atau tabir surya.

    "Yang pertama, pakai sunblock penting banget untuk mencegah kulit terbakar atau sunburn," kata kedua aktris muda itu di sela-sela proses syuting "High Angle" di Wonosobo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

    Hal kedua adalah pelembap. Untuk hal ini, Adinda dan Debi memiliki barang yang berbeda. Debi membawa pelembap wajah biasa, sedangkan Adinda lebih memilih menggunakan krim lidah buaya (aloe vera), yang juga berguna sebagai obat ketika kulit terbakar.

    Peraturan bagi para pendaki saat ini mewajibkan untuk tidak membawa tisu basah ke atas gunung. Bagi wanita, tentu ini cukup merepotkan karena tisu basah sangat praktis dan mudah digunakan saat hiking.

    Sebagai gantinya, Adinda membawa kapas dan air. Sedangkan, Debi membawa kapas dan air misel (micellar water).

    "Kalau aku, pengganti tisu basah biasanya menggunakan kapas sama micellar water buat bersihin muka," ujar Debi.

    "Pokoknya, aku tetep skin care-an di gunung. Jadi, enggak ada cerita kita cewek-cewek naik gunung malah bikin kita jelek. Kita bisa tetap glowing ketika naik gunung," tambah aktris berusia 23 tahun itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.