Batik Marunda Karya Perempuan Tiga Rusun di Jakarta Fashion Week

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fery Farhati Ganis, istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Dekranasda DKI Jakarta saat menghadiri pembukaan Jakarta Fashion Week 2020 yang berlangsung 22 Oktober-28 Oktober 2019 di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Ecka Pramita

    Fery Farhati Ganis, istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Dekranasda DKI Jakarta saat menghadiri pembukaan Jakarta Fashion Week 2020 yang berlangsung 22 Oktober-28 Oktober 2019 di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Ecka Pramita

    TEMPO.Co, Jakarta - Selain menghadirkan para desainer muda berbakat, Jakarta Fashion Week atau JFW 2020 juga menampilkan karya dari berbagai daerah, salah satunya adalah batik Marunda dari DKI Jakarta. Batik yang dibuat oleh para perempuan korban relokasi kini telah diakui dan ikut dalam beberapa ajang fashion. 

    Awal mula kegiatan Batik Tiga Rusun ini adalah untuk dapat membantu ibu-ibu penghuni rumah susun atau rusun, yang dulunya kebanyakan bekerja sebagai buruh cuci, bisa berkarya sekaligus mendapatkan penghasilan dari usaha membatik mereka.

    Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah DKI Jakarta juga istri Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, Fery Farhati, mengatakan batik ini mewujudkan konsep gotong royong warga rusun Jakarta. 

    "Konsepnya gotong royong bersama ibu-ibu di rusun Marunda, mereka juga menyulam untuk melengkapi keindahan kain batik," ucap Fery usai ditemui di pembukaan JFW 2020, Jakarta, 22 Oktober 2019. 

    Batik ini melalui tiga proses pembuatan yang dibagi ke penghuni rusun berbeda. Proses canting batik dilakukan ibu-ibu dari rusun Rawa Bebek, proses pencelupan dilakukan oleh ibu-ibu dari Rusun Marunda, dan terakhir proses penyulaman dilakukan oleh ibu-ibu dari rusun Besakih.

    Selain di pembukaan, kreativitas para perajin rusun Marunda juga akan ditampilkan dalam empat show pada Kamis, 24 Oktober mendatang.

    Fery mengapresiasi berlangsungnya gelaran JFW 2020 yang mampu melibatkan banyak tim, mulai dari desainer, model, dan MUA. "Selama 12 tahun berlangsung JWF menjadi bukti kerja serius, komitken yang kuat, dan keberhasilan meningkatkan kemajuan industri fashion Indonesia dengan menyerap banyak tenaga selama acara berlangsung," kata dia. 

    Ia berharap Jakarta Fashion Week bisa melibatkan banyak pihak termasuk tentu saja para perajin di Jakarta. 

    ECKA PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.