Kolaborasi dengan 88rising, Guess Rilis Jaket hingga Celana Kargo

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Niki Zefanya mengenakan koleksi GUE88 hasil kolaborasi Guess dan 88rising (Instagram @nikizefanya)

    Penyanyi Niki Zefanya mengenakan koleksi GUE88 hasil kolaborasi Guess dan 88rising (Instagram @nikizefanya)

    TEMPO.CO, Jakarta - Guess merilis koleksi fashion hasil kolaborasinya dengan 88rising di Indonesia. Koleksi bertajuk bertajuk "GUE88" ini bisa didapatkan di beberapa outlet resmi mulai Jumat, 18 Oktober 2019. 

    Sebelumnya, koleksi GUE88 sudah diluncurkan di Indonesia secara daring pada 13 Oktober lalu.

    "Jadi, mulai besok, koleksi ini bisa dibeli secara offline atau langsung di dua Guess store kita, yaitu di Grand Indonesia dan Central Park," kata Marketing Communication of Guess Indonesia, Amori Citananda di sela-sela peluncuran GUE88 Pop-up Store di Jakarta, Kamis.

    Peluncuran perdana disiapkan dengan matang mengingat tingginya antusiasme penggemar produk Guess maupun penyuka musik dan artis dari label 88rising.

    Ia menambahkan, penjualan di kedua outlet untuk koleksi dengan motif "tie dye" itu akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

    "Jadi kami sudah merencanakan antreannya akan dibuka pada jam 07.00 pagi buat dua store besok," ujar Amori.

    Koleksi GUE88 yang dipasarkan di Indonesia memiliki perpaduan warna ungu dan oranye, yang merupakan color scheme untuk GUE88 di Asia. Sedangkan untuk pasar AS, perpaduan warna yang dipilih adalah hijau dan kuning.

    Guess dan 88rising menawarkan 54 koleksi yang meliputi jaket denim, hoodie, bodysuit, celana kargo, dan aksesori.

    Keduanya sama-sama menonjolkan simbol masing-masing yang begitu khas, merepresentasikan cerita keduanya dan kemudian dipadukan dengan grafis, serta perpaduan gaya dan budaya Barat dengan Asia.

    Motif "tie dye" dan "heavy acid wash" pun masih menjadi motif utama dari GUE88 yang tidak menghilangkan kesan klasik dari ciri khas Guess.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.