Pelantikan Presiden, Jakarta Fashion Week 2020 Diundur

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jakarta Fashion Week 2019. (Dok. JFW)

    Jakarta Fashion Week 2019. (Dok. JFW)

    TEMPO.CO, JAKARTA - Ajang pekan mode terbesar di Indonesia, Jakarta Fashion Week 2020 dijadwalkan akan berlangsung pada 19-25 Oktober 2019 mendatang. Namun GCM Group selaku pihak penyelenggara memutuskan untuk memundurkan waktu penyelenggaraan.

    CEO GCM Group sekaligus Chairwoman Jakarta Fashion Week Svida Alisjahbana menilai prosesi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan berpengaruh pada perhelatan besar ini. "Indonesia telah memilih Presiden serta Wakil Presiden yang akan dilantik pada 20 Oktober 2019. Demi kelancaran proses prosesi akan diberikan keamanan yang lebih ketat di beberapa area yang termasuk pada lapis pertama.
    Kebetulan Senayan City masuk dalam area tersebut," ucap Svida saat ditemui di Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019. 

    Dengan perubahan ini, Jakarta Fashion Week akan diselenggarakan pada tanggal 22 - 28 Oktober 2019. Sementara itu, Fashionlink Showroom And Market yang awalnya akan digelar 21-25 Oktober kini akan berlangsung sepanjang 22-36 Oktober. 

    Svida Alisjahbana. TEMPO/Seto Wardhana

    "Kami sudah menghubungi semua mitra dan desainer terkait penyesuaian jadwal. Beberapa mitra setuju jika mundurna JFW tahun ini justru akan memastikan jumlah partisipasi lebih primaa dari para undangan dan pecinta fashion yang datang sebagai pengunjung," ucap Svida lebih lanjut.

    Acara akan tetap berlangsung di lokasi yang sama, Senayan City, Jakarta Pusat. Para pengunjung tidak perlu khawatir, sebab semua undangan yang telah disebarkan dan didapatkan melalui aplikasi Jakarta Fashion Week akan tetap berlaku sesuai dengan acara yang tertera, meski hari dan jamnya berganti. 

    "Kami menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini, kami harap Anda dapat berbagi semangat kami untuk menghormati prosesi kenegaraan yang akan berlangsung" tutup Svida.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.