Frekuensi Ideal Potong Rambut dan Faktor yang Mempengaruhinya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi potong rambut. Pixabay.com

    Ilustrasi potong rambut. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi perempuan ada beragam pertimbangan untuk memotong rambut. Ada yang memotong sebulan sekali karena rambutnya mudah bercabang dan rontok. Tapi ada pula yang berkeyakinan memotong rambut itu sebaiknya tiga bulan sekali untuk memberikan proses pertumbuhan rambut itu sendiri.

    Melansir laman Seventeen, Angela C Styles, penata rambut selebriti Hollywood yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat, baru-baru ini memberikan tips singkat kapan waktu terbaik potong rambut. Menurut dia, frekuensi potong rambut sangat tergantung pada tekstur rambut itu sendiri.

    "Orang dengan rambut bertekstur harus memastikan untuk memotong rambut mereka setiap 2-3 bulan," jelasnya. "Untuk orang-orang dengan rambut non-tekstur, potongan rambut bervariasi berdasarkan pada seberapa cepat rambut mereka tumbuh. Namun, kebanyakan orang harus memotong setiap 6-10 minggu."

    Seberapa sering memotong rambut Anda juga tergantung gaya. Jika Anda ingin tetap dengan panjang yang sama atau memiliki poni untuk diatur, Anda harus menjadwalkan pemotongan setiap 3-4 minggu.

    Terkait seberapa sering potong rambut juga kerap dihubungkan membuat pertumbuhan rambut lebih cepat, ternyata itu hanya mitos. Jika Anda ingin meningkatkan pertumbuhan rambut, pilih produk rambut yang kaya biotin dan meluangkan waktu untuk memijat kulit kepala, karena memotong rambut Anda tidak akan membuatnya tumbuh lebih cepat.

    “Ada mitos umum bahwa memotong rambut Anda akan membuatnya tumbuh lebih cepat. Itu belum tentu benar," tutur Angela. Lebih lanjut ia menjabarkan, “Memotong rambut Anda pastinya membuat rambut lebih sehat karena menghilangkan rambut bercabang. Rambut pada akar juga bisa tumbuh lebih baik. Jika Anda membiarkan ujung rambut bercabang tetap ada, maka belahan itu akan merusak terus ke atas.”

    Angela pun mengingatkan, paling lama tidak potong rambut maksimal enam bulan lamanya. Sebab lebih dari itu bisa mengganggu kesehatan maupun pertumbuhan rambut. Selain dari itu, tentu bisa menganggu penampilan Anda juga.

    SILVY RIANA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.