Tips Memilih Pembersih Wajah, Tidak Hanya Sesuai Tipe Kulit

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cleansing oil/minyak pembersih wajah. Youtube.com

    Ilustrasi cleansing oil/minyak pembersih wajah. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Membersihkan wajah dari riasan secara menyeluruh sebelum tidur adalah hal penting yang tak boleh terlewatkan agar kulit wajah tetap sehat meski setiap hari dilapisi makeup. Karena itu penting untuk memilih pembersih wajah yang tepat untuk Anda. 

    Memilih pembersih wajah tidak hanya disesuaikan dengan tipe kulit. Menurut dokter spesialis kulit Kardiana Purnama Dewi, pembersih wajah sebaiknya sesuai dengan tipe kosmetik yang dipakai dan ketebalan riasan. 

    "Kalau pakai makeup tebal, harus pakai pembersih yang ada kandungan susu atau minyak biar bisa terangkat," ujar Kardiana di peluncuran Silcot Maximizer Cotton, Jakarta, Kamis, 26 September 2019. 

    Riasan tebal yang tampak menawan di wajah biasanya lebih menempel di kulit sehingga tidak sembarangan pembersih bisa betul-betul mengangkat sisa kosmetik itu.

    ADVERTISEMENT

    Jika tetap nekat tidak memakai pembersih dengan bahan dasar minyak, efek samping pada wajah bisa terjadi cepat atau lambat.

    "Kalau tidak bersih dan menutup pori, lama-lama bisa beruntusan, atau jadi komedo dan jerawat," tutur Dewi.

    Namun tidak perlu terlalu ambil pusing bila riasan wajah tipis, sekadar memakai pelembap, tabir surya dan sedikit pulasan bedak. Pada situasi seperti itu, Dewi mengatakan pembersih praktis seperti tipe produk all in one bisa diandalkan.

    Selain pembersih, Dewi mengingatkan agar setiap orang selalu menjaga kelembapan dan kesehatan kulit, terutama mereka yang beraktivitas di Jakarta.

    Faktor seperti asap kotor kendaraan dan udara buruk membuat kulit wajah lebih mudah terinfeksi.

    "Lindungi dengan pelembap, tabir surya, bedak dan masker."

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...