Penyebab Rambut Rontok bukan Hanya Salah Produk Perawatan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sisa rambut rontok yang tertinggal di sisir.

    Sisa rambut rontok yang tertinggal di sisir.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika mengalami rambut rontok, hal pertama yang disalahkan biasanya produk perawatan rambut. Misalnya sampo yang tidak cocok atau terlalu sering menggunakan hair dryer. 

    Ternyata penyebab rambut rontok tidak hanya itu, bisa juga karena kekurangan nutrisi atau stres. 

    Berikut beberapa hal yang mungkin terjadi pada tubuh Anda seperti dilansir Indian Express.

    1. Produk rambut yang tidak cocok

    Anda mungkin telah menggunakan -- atau masih menggunakan -- produk yang tak cocok dengan rambut Anda. Bahan bahan kimia pelurus rambut, menggunakan alat panas pada rambut bisa merusak folikel sehingga meningkatkan risiko kerontokan rambut.

    2. Kurang protein

    Apakah diet Anda kekurangan protein esensial? Protein membantu pertumbuhan rambut. Jika makanan Anda tidak memiliki protein yang cukup, ada kemungkinan rambut Anda akan berhenti tumbuh, berubah warna dan rontok.

    Makanan yang kaya protein termasuk biji-bijian dan kacang-kacangan, telur, produk susu seperti susu, keju dan yogurt, produk unggas dan ikan.

    3. Stres

    Stres bisa menyebabkan Anda kehilangan banyak rambut, misalnya karena pekerjaan, kehilangan orang yang dicintai, adalah beberapa contohnya. Namun, ini bukan situasi permanen, dan Anda bisa mendapatkan kembali volume rambut yang hilang jika semuanya terkendali.

    4. Kurang zat besi

    Jika Anda kurang mengonsumsi makanan mengandung zat besi, sayuran berdaun hijau gelap, cokelat hitam, kacang kedelai, lentil, tahu, daging, Anda berisiko mengalami rambut rontok.

    Para ahli mengatakan, wanita berusia 19-50 tahun, harus mengonsumsi 18 mg zat besi setiap hari.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.