Keuntungan Memilih Warna Tembok Putih Selain Rumah Terkesan Luas

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi interior rumah (pixabay.com)

    Ilustrasi interior rumah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat membuat atau merenovasi rumah, salah satu hal penting yang harus diputuskan adalah menentukan warna tembok atau dinding. Ada satu warna yang menjadi pilihan banyak orang karena tidak hanya klasik, tapi juga membuat interior rumah terlihat lebih mewah, yaitu putih.

    Tidak percaya? Lihat saja rumah-rumah para selebriti yang kebanyakan berdinding putih. 

    Dilansir dari Times of India, tembok putih mudah menyatu dengan segala jenis dekorasi atau hiasan. Jadi, Anda bebas menghias rumah dengan benda atau warna apa saja tanpa banyak memikirkan kesesuaian. Setiap warna atau benda yang Anda letakkan di dinding atau di ruangan mudah menjadi sorotan. Bukan hanya hiasan, warna tembok putih juga mudah menyatu dengan furnitur pilihan Anda.

    Ilustrasi interior (pixabay.com)

    Putih adalah warna terang. Ini akan membawa kecerahan di rumah Anda, juga menjadi reflektor cahaya yang baik sehingga Anda tidak perlu menggunakan banyak lampu. Setiap cahaya alami yang datang akan tersebar ke ruangan ini. Ini juga membuat Anda lebih ramah lingkungan dan lebih sedikit mengeluarkan biaya listrik.

    Selain lebih terang, putih membuat ruangan terkesan lebih luas. Apalagi jika rumah Anda memiliki banyak kamar atau sekat ruangan.

    Banyak yang berpikir putih cepat kotor sehingga perawatannya sulit. Tapi Anda perlu tahu bahwa warna putih justru memudahkan Anda mendekorasi ulang, apalagi jika dinding rumah Anda memiliki tekstur berbeda. Anda tak perlu susah menyesuaikannya jika ingin mengecat ulang.

    Tren warna ini tidak pernah pudar. Putih sudah digunakan sejak zaman kolonial dan tidak pernah ditinggalkan meskipun tren arsitektur mengalami perubahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.