Minggu, 22 September 2019

Punya Kulit Sensitif, Intip Gaya Perawatan Kulit Gracia Indri

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gracia Indri. Tablodibintang

    Gracia Indri. Tablodibintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebritas Gracia Indri mengaku tidak ingin sembarangan memilih perawatan kecantikan karena memiliki kulit yang sangat sensitif. "Jadi memang sangat sensitif banget memilih riasan, memilih perawatan. Aku enggak bisa mengikuti perawatan yang teman-teman semua cocok karena belum tentu buat aku cocok," kata Gracia Indri saat ditemui dalam acara pembukaan cabang kedua Beauty CT Clinic di Bekasi, Ahad 8 September 2019.

    Bagi Gracia Indri, pekerjaannya sebagai publik figur menuntutnya untuk selalu tampil maksimal setiap saat. Untuk itu, dia tidak bisa menyepelekan masalah pemilihan perawatan produk kecantikan itu.

    Wanita kelahiran 29 tahun silam itu mengaku pernah salah dalam memilih perawatan untuk kulit yang bahkan sampai trauma. "Pernah waktu itu laser muka dan enggak cocok. Butuh waktu sekitar dua minggu dan sampai trauma melakukan perawatan ekstrem itu. Cuma, mau enggak mau harus melakukan perawatan itu," katanya.

    Gracia Indri pun belajar dari pengalaman pribadinya itu. Sebelum memilih perawatan kecantikan, dia selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. "Enggak bisa kayak dateng perawatan tergantung teman. Aku harus konsultasi dulu sama dokternya. Harus lihat sebenarnya kulit aku seperti apa," ujarnya.

    Selain perawatan, Gracia Indri juga mengaku rutin melakukan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh serta menjaga penampilannya. "Kalau olahraga itu pasti dan minum air putih. Aku sangat gila minum air putih. Untungnya, karena mungkin energi aku banyak terbuang saat olahraga, kalori juga. Jadi, diimbangi dengan air putih," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.