Selain Lelah, Pegal Linu Tanda Masalah Medis Lain pada Tubuh

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita pegal leher. Shutterstock

    Ilustrasi wanita pegal leher. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Biasanya kita merasakan pegal linu saat tubuh kelelahan usai melakukan pekerjaan berat. Namun, kondisi itu terjadi bukan hanya karena kelelahan, tapi bisa juga karena adanya masalah kesehatan di dalam tubuh Anda.

    Dalam dunia kesehatan, pegal linu disebut sebagai nyeri otot alias myalgia. Hampir semua orang pernah mengalaminya, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kebanyakan, pegal linu bukanlah kondisi yang serius dan bisa hilang dengan sendirinya setelah beristirahat.

    Banyak hal yang bisa mengakibatkan pegal linu. Beberapa hal yang bisanya menjadi penyebab pegal-pegal, antara lain Terlalu banyak melakukan aktivitas fisik, misalnya karena belum terbiasa berolahraga, mencoba gerakan baru, berlatih lebih keras atau lebih lama dari biasanya, hingga tidak melakukan pemanasan dengan benar.

    Kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D dan kurang tidur, karena otot tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat sehingga lama-kelamaan menjadi tegang dapat menyebabkan badan Anda mudah pegal-pegal. Selain itu, stres, dan dehidrasi juga bisa menyebabkan tubuh pegal linu.

    Sementara pada kasus yang lebih parah, pegal linu juga bisa mengindikasikan adanya masalah medis di dalam tubuh Anda, misalnya:

    • Anemia, disebut juga penyakit kurang darah yakni ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin.
    • Artritis, merupakan pembengkakan atau rasa nyeri pada sendi yang biasanya makin parah seiring bertambahnya usia.
    • Sindrom kelelahan kronis, sindrom ketika Anda merasa sangat lelah sehingga menyebabkan perubahan pola tidur, kondisi emosi yang berubah drastis, hingga pikun.
    • Klaudikasi, yakni rasa nyeri yang diakibatkan terlalu sedikitnya darah yang mengalir saat Anda berolahraga.
    • Dermatomyositis, yakni penyakit langka yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah di kulit, lemah otot, dan pembengkakan otot.
    • Influenza alias sakit flu.
    • Fibromyalgia, yakni rasa nyeri otot di sekujur tubuh.
    • Lupus merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan kelelahan, nyeri sendi, dan bintik merah berbentuk kupu-kupu di wajah.
    • Penyakit Lyme, yakni penyakit yang disebabkan oleh bakteri Borriela burgdorferi dengan gejala yang awam ialah demam, sakit kepala, kelelahan, dan bercak pada kulit.
    • Multiple sclerosis (MS) merupakan masalah kesehatan pada otak dan sumsum tulang belakang dengan gejala beragam, termasuk gangguan keseimbangan.
    • Pneumonia, yaitu infeksi pada satu atau kedua paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur.
    • Mononukleosis, disebut juga virus mono atau penyakit ciuman, yang memiliki gejala mirip flu, termasuk menyebabkan badan terasa pegal-pegal.

    Untuk menyembuhkan badan yang pegal-pegal, Anda harus menyingkirkan penyebabnya. Jika pegal linu disebabkan oleh adanya infeksi di dalam tubuh, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh obat yang sesuai.

    Namun, jika pegal linu hanya disebabkan oleh faktor fisik, beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, misalnya pijat, minum obat pegal linu yang dijual bebas di pasaran dengan berbagai merk, termasuk ramuan tradisional alias jamu pegal linu, konsumsi suplemen antioksidan yang mengandung curcumin atau omega-3, serta minum susu.

    Selain itu Anda juga bisa melakukan terapi panas, misalnya dengan mandi air hangat serta menempelkan handuk panas atau koyo ke area yang terasa linu atau terapi dingin (dilakukan setelah terapi panas) gunanya untuk mengurangi ketegangan otot dan pembengakakan. Memakai pakaian yang membungkus otot, misalnya legging atau kaus kaki. Setelah berolahraga, lakukan pendinginan misalnya dengan jogging atau berjalan kaki.

    Jika pegal linu tidak juga hilang setelah beberapa hari melakukan home treatment, Anda sebaiknya pergi ke dokter. Apalagi, jika pegal linu disertai dengan bercak merah, demam, adanya bengkak di area tubuh tertentu, maupun nyeri otot yang muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.