Noda di Lantai Rumah Susah Dibersihkan, Coba Gunakan Bola Tenis

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jejak langkah di lantai. Unsplash.com/Keith Misner

    Ilustrasi jejak langkah di lantai. Unsplash.com/Keith Misner

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir pekan bisa jadi waktu yang tepat untuk beberes rumah. Misalnya membersihkan noda membandel di lantai. Meski dibersihkan setiap hari dengan cairan pembersih lantai, masih ada noda membandel seperti bekas sol sepatu atau sandal yang susah hilang. 

    Selain bekas sol sepatu atau sandal, noda berbentuk garis hitam memanjang itu juga bisa disebabkan mainan karet anak-anak, ujung karet furnitur, karpet atau tikar berbahan karet. Jika Anda masih penasaran ingin membersihkan noda itu, Anda bisa menggunakan bola tenis, seperti dilansir dari laman The Kitchn.

     

    Anda tak perlu menggunakan bahan pembersih kimia abrasif yang bisa merusak lapisan lantai. Anda bisa membeli bola tenis yang baru atau bola tenis bekas boleh dipakai, asalkan bola tenis tersebut dalam kondisi layak dan bersih. Jangan sampai kotoran bola tenis bekas jadi menambah noda di lantai rumah.

    Ilustrasi bola tenis membersihkan lantai. (The Kitchn/Amelia Lawrence) 

    Cara membersihkan dengan bola tenis seperti Anda memakai penghapus saat ingin menghapus tulisan di atas kertas. Letakkan bola tenis di atas noda, lalu hapus noda dengan gerakan yang searah agar mudah mengurai noda. Hindari melakukan gerakan maju mundur karena akan memperlebar noda. Tidak perlu ditambah cairan pembersih apapun.

    Anda bisa menerapkan cara membersihkan dengan bola tenis ini di lantai kayu, marmer, hingga ubin. Jika Anda tidak bisa duduk atau jongkok dalam waktu lama, Anda bisa merekatkan bola tenis dengan gagang sapu. Jadi Anda lebih mudah saat membersihkan lantai rumah. Setelah selesai menghapus, sapu bersih bagian yang telah dibersihkan oleh bola tenis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.