Bibir Chrissy Teigen Bengkak karena Angioedema, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Chrissy Teigen berpose saat menghadiri ajang Tony Awards ke-71 di Radio City Music Hall di New York, 11 Juni 2017. Ap Photo

    Aktris Chrissy Teigen berpose saat menghadiri ajang Tony Awards ke-71 di Radio City Music Hall di New York, 11 Juni 2017. Ap Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Chrissy Teigen kerap mengungkapkan masalah kesehatannya di media sosial. Belum lama ini istri penyanyi John Legend itu menceritakan bahwa ia menjalani prosedur botox di ketiak untuk mengurangi keringat berlebih. Dia juga pernah memposting tentang otot aneh di lengannya yang tidak akan berhenti berkedut beberapa waktu lalu, serta bagaimana giginya rontok.

    Kemudian Chrissy Teigen membagikan foto bibirnya yang bengkak di Twitter. Ibu dua anak ini menjelaskan bahwa kondisi ini tentang efek samping dialami dari penyakit ketinggian atau yang dikenal dengan istilah angioedema.

    "Sangat sedih dan sedih bahwa negara kelahiran saya sendiri, Utah, telah memilih untuk meracuni saya dengan penyakit ketinggian yang mengerikan," katanya. "Apakah kamu tahu angioedema dapat dipicu dari penyakit ketinggian? Pelajari sesuatu yang baru setiap hari! Bibirku akan meledak. Selamat tinggal dunia."

    Ketika ditanya bagaimana rasanya oleh salah seorang pengikutnya, Chrissy Teigen menjawab, "Ini sangat besar sehingga berkilau dan keras seperti kaca."

    Chrissy Teigen menunjukkan bibirnya yang bengkak. (Twitter)

    Melansir laman Women’s Health, American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology mendefinisikan angioemea sebagai pembengkakan di lapisan kulit yang dalam, sering terlihat dengan urtikaria (gatal-gatal)." Paling sering terjadi pada jaringan lunak seperti kelopak mata dan mulut. Ini paling sering disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan.

    Tidak jelas penyakit ketinggian menyebabkan angioedema, tetapi University of Michigan mencatat bahwa pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki bisa menjadi gejala penyakit ketinggian. Menurut Mayo Clinic, perawatan yang paling umum untuk angioedema adalah obat antihistamin, anti-inflamasi (seperti Advil), serta menerapkan kompres dingin, dan bahkan mandi oatmeal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.