Kala Cinta Laura Semakin Peduli Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cinta Laura. Instagram/@claurakiehl

    Cinta Laura. Instagram/@claurakiehl

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis dan model Cinta Laura Kiehl berharap Indonesia memiliki lebih banyak lembaga yang mampu menaungi perempuan dan anak korban kekerasan. Ia baru saja dilantik sebagai Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Senin, 29 Juli 2019.

    “Setelah delapan tahun tinggal di Amerika, aku melihat bagaimana kalau ada korban kekerasan. Ada banyak sekali akses agar mereka bisa mendapatkan dukungan yang cukup secara psikologis. Pokoknya, support system-nya banyak sekali. Dan aku rasa Indonesia juga perlu (memperbanyak lembaga) agar mereka merasa terlindungi,” ujar pelantun “Vida” itu.

    Cinta mengatakan perempuan dan anak-anak korban kekerasan di Indonesia seringkali belum mengetahui bagaimana cara melapor serta melanjutkan kehidupan mereka setelah mengalami kekerasan. Perempuan blasteran Jerman itu mengaku harus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kekerasan terhadap perempuan dan akan serta tidak menyepelekan persoalan kekerasan yang menimpa perempuan dan anak-anak.

    “Sebagai wanita, aku ingin bisa mengajarkan wanita-wanita dan anak Indonesia agar jangan takut melaporkan apa yang terjadi kepada mereka. Sebenarnya, sudah ada banyak peraturan dan undang-undang yang melindungi wanita dan anak-anak. Tinggal kita tingkatkan awareness-nya," katanya.

    Pesohor kelahiran 1993 itu berjanji akan melakukan rapat dengan Kementerian PPPA untuk merencanakan program-program dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.