Menstrual Cup Aman Digunakan, Cek Juga Untung Ruginya

Reporter

Mesntrual cup. Pixabay.com

TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan sebuah peneliitan, cangkir menstruasi atau menstrual cup yang murah dan dapat dipakai berkali-kali itu aman, tidak seperti tampon atau pembalut. Risiko bocornya juga lebih kecil.

Dilansir AFP, sekitar 70 persen wanita yang telah mencoba cangkir menstruasi mengatakan ingin terus menggunakannya, seperti dilaporkan peneliti dalam The Lancet Public Health. Penulis mencatat bahwa perlindungan sanitasi masih belum tersedia dan terlalu mahal bagi banyak perempuan di dunia. Artinya, haid yang terjadi setiap bulan membuat banyak remaja putri dan perempuan terpaksa tidak sekolah atau bekerja, juga membuat mereka berisiko terkena infeksi saluran kemih jika menggunakan produk tidak berkualitas atau penggantinya.

Dalam beberapa budaya, anak perempuan yang ketahuan haid dapat menghadapi permusuhan, bahkan kekerasan. Alternatif yang aman, terjangkau, dan tahan lama selain pembalut dan tampon, dengan kata lain, punya potensi mengubah kehidupan jutaan orang.

"Terlepas dari kenyataan bahwa 1,9 miliar wanita di seluruh dunia mengalami rata-rata 65 hari haid dalam setahun, hanya ada sedikit penelitian berkualitas yang membandingkan produk sanitasi," kata Penelope Phillips-Howard, profesor di Liverpool School of Tropical Medicine di Inggris.

Penelitian baru, tinjauan dari 43 studi sebelumnya yang mengumpulkan data 3.300 wanita, ini adalah yang pertama mengevaluasi menstruasi dan belum banyak dibahas. Terbuat dari silikon untuk medis, karet, atau lateks, cangkir itu mengumpulkan darah, bukan menyerapnya seperti pembalut dan tampon. Cangkir dimasukkan ke dalam vagina dan dikosongkan setiap empat hingga 12 jam.

Ilustrasi menstrual cup. Pexels.com

Ada dua jenis, yakni cangkir vagina yang umumnya berbentuk lonceng, dan cangkir serviks yang diletakkan di sekitar leher rahim di dalam vagina seperti diafragma untuk kontrasepsi. Dalam empat studi yang ditinjau, cangkir menstruasi ternyata sama efektif atau lebih baik dalam mengumpulkan darah dibandingkan pembalut atau tampon.

Penelitian menunjukkan tidak ada peningkatan risiko infeksi saat memakai cangkir menstruasi. Namun, ada lima kasus toxic shock syndrome (TSS) yang dilaporkan, kondisi yang berpotensi mengancam jiwa akibat bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui benda asing.

Karena jumlah keseluruhan pengguna cangkir menstruasi tidak diketahui, para peneliti tidak dapat menentukan perbandingannya dengan tampon yang dikenal meningkatkan risiko TSS. Kesimpulan, berdasarkan penelitian satu cangkir, dengan harga kurang dari USD 1 di beberapa Negara, akan lebih mahal lima hingga tujuh persen dibandingkan 12 pembalut atau tampon. Tapi, cangkir ini dapat digunakan berulang kali dan dapat bertahan hingga sepuluh tahun, sehingga lebih murah bila dihitung untuk jangka panjang dibandingkan alternatif pembalut atau tampon yang sekali pakai.

Meski demikian, di beberapa tempat, cangkir menstruasi harganya lebih mahal, di antaranya ada yang USD 40. Namun, berdasarkan tiga studi, di negara-negara kaya, hanya seperlima wanita yang tahu tentang produk itu. Hampir 200 merek cangkir menstruasi tersedia di 99 negara, tetapi hanya disebutkan di sepertiga situs informasi pendidikan tentang pubertas di 27 negara.






Naomi Watts Luncurkan Merek Kesehatan untuk Perempuan Menopause

8 hari lalu

Naomi Watts Luncurkan Merek Kesehatan untuk Perempuan Menopause

Naomi Watts ingin menghapus stigma menopause yang masih sering dianggap tabu.


Penyebab Menopause Terlambat dan Risiko yang Mungkin Dialami

18 hari lalu

Penyebab Menopause Terlambat dan Risiko yang Mungkin Dialami

Usia rata-rata perempuan mengalami menopause adalah 51 tahun.


Apa yang Terjadi Pada Tubuh di Masa Pubertas? Ini Ciri Pubertas Perempuan dan Laki-Laki

23 hari lalu

Apa yang Terjadi Pada Tubuh di Masa Pubertas? Ini Ciri Pubertas Perempuan dan Laki-Laki

Fase perkembangan normal yang terjadi saat tubuh anak berubah menjadi tubuh dewasa, yaitu pubertas. Bagaimana ciri pubertas?


6 Alasan Siklus Menstruasi jadi Tidak Teratur

25 hari lalu

6 Alasan Siklus Menstruasi jadi Tidak Teratur

Stres, PCOS, hingga mengonsumsi obat-obatan bisa menjadi penyebab siklus menstruasi jadi lebih pendek atau lebih panjang.


5 Gangguan Haid yang Bisa Mempengaruhi Kesuburan

27 hari lalu

5 Gangguan Haid yang Bisa Mempengaruhi Kesuburan

Jika wanita mengalami gangguan pola, lama, dan jumlah saat haid, hal ini juga dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan sehingga akan sulit hamil.


Pentingnya Luruskan Stigma Soal Menstruasi di Masyarakat

31 hari lalu

Pentingnya Luruskan Stigma Soal Menstruasi di Masyarakat

Masyarakat perlu meningkatkan akses perempuan terhadap informasi kesehatan menstruasi berbasis sains secara nyaman dan terbuka.


Normalkah Nyeri Payudara Menjelang Menstruasi?

31 hari lalu

Normalkah Nyeri Payudara Menjelang Menstruasi?

Nyeri payudara biasanya muncul 10 hari sebelum siklus menstruasi, cari tahu cara mengatasinya.


25 Tanda-tanda Kehamilan Istri yang Wajib Diketahui

38 hari lalu

25 Tanda-tanda Kehamilan Istri yang Wajib Diketahui

Anda penting mengetahui seperti apa tanda-tanda istri hamil supaya lebih siap dalam menjaga kehamilan.


Viral Tampon Disebut Bisa Menyebabkan Kista dan Kanker, Ini Kata Dokter

42 hari lalu

Viral Tampon Disebut Bisa Menyebabkan Kista dan Kanker, Ini Kata Dokter

Dokter menjelaskan dua alasan mengapa orang berpikir bahwa tampon bisa menyebabkan kanker, tapi itu tidak tepat.


Inilah 3 Jenis Diet yang Membantu Pencegahan Gejala PCOS

44 hari lalu

Inilah 3 Jenis Diet yang Membantu Pencegahan Gejala PCOS

Ada cara efektif untuk mencegah gejala PCOS. Beberapa di antaranya dengan diet indeks glikemik (GI) rendah, diet DASH, diet anti-inflamasi.