Orang Tua Pakai Narkoba, Cek Dampaknya pada Kesehatan Mental Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan narkoba tidak hanya memiliki dampak negatif pada diri sendiri namun juga pada orang-orang terdekat. Orang tua yang menggunakan narkoba memiliki dampak negatif pada kesehatan mental anaknya.

    Dilansir dari Psychology Today, peneliti dari Michigan State University (MSU) dan Harvard Medical School (HMS) di tahun 2016 di Amerika Serikat, menemukan dampak pada kesehatan mental dan perilaku anak bila orang tua menggunakan narkoba. 

    Penggunaan narkoba adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan untuk semua orang. Anak yang tinggal dengan orang tua yang menggunakan atau mendistribusi narkoba juga bisa menjadi kecanduan dengan narkoba.

    Selain itu, orang tua yang menggunakan narkoba seringkali tidak bisa memberikan dukungan secara fisik dan emosional pada anak. Bila anak-anak melihat orang tua menggunakan narkoba, mereka mengalami keterlambatan perkembangan di pendidikan, masalah dengan kesehatan mental, dan perilaku di kemudian hari.

    Studi ini melaporkan bahwa anak-anak yang orang tuanya menggunakan narkoba dan penyalahgunaan alkohol tiga kali lebih berisiko mengalami pelecehan fisik, seksual, atau emosional dan empat kali lebih mungkin diabaikan oleh teman sebayanya. 

    Para peneliti melihat penemuan ini sebagai dorongan untuk semua dokter anak agar mulai memasukkan pertanyaan tentang konsumsi alkohol serta penggunaan narkoba orang tua saat melakukan cek kesehatan rutin. Orang tua yang memiliki masalah dengan narkoba sebaiknya langsung meminta bantuan dan masuk rehabilitasi, ukan hanya untuk diri sendiri tapi juga agar bisa membantu dan menjaga anaknya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.