Wanita Paruh Baya Ternyata Lebih Aktif di Ranjang, Benarkah?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wanita berumur 50-an tahun ke atas ternyata lebih aktif melakukan hubungan seks dibandingkan yang berusia produktif. Demikian hasil penelitian HonestDocs, platform yang mendedikasikan diri dalam bidang informasi kesehatan.

    Frekuensi aktivitas seksual wanita meningkat ketika memasuki masa menopause (55-65 tahun ke atas), di mana 44 persen responden dari kelompok umur ini mengaku melakukan seks setiap hari. Meningkatnya aktivitas seksual pada kelompok umur itu didorong wanita yang sudah menopause tidak lagi khawatir akan terjadinya kehamilan.

    Sementara, pada kelompok responden berusia produktif (dalam penelitian ini 25-64 tahun) melakukan hubungan badan rata-rata beberapa kali dalam seminggu. Mereka cukup aktif karena libido pasangan yang masih tinggi, keinginan untuk menjaga keharmonisan hubungan, atau karena ingin memiliki anak.

    Meskipun penelitian ini menemukan bahwa kelompok usia 12-17 tahun serta 18-54 tahun tidak aktif melakukan hubungan seks, tapi fakta mencengangkan ditemukan dalam kelompok usia remaja (12-17), di mana 21 persen di antaranya melakukan hubungan intim setiap hari.

    Di sisi lain, menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKKBN), pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) baru berkisar pada angka 57,1 persen. Itu berarti, puluhan juta remaja Indonesia masih belum memiliki pengetahuan cukup soal reproduksi serta bagaimana melindungi diri dari perilaku seksual berisiko, pencegahan kehamilan, atau penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.

    Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    Selama ini, diskusi mengenai topik seks di kalangan masyarakat umum sering dianggap tabu. Masyarakat menganggap topik seks harus dihindari karena merupakan masalah personal rumah tangga masing-masing. Padahal, kurangnya edukasi tentang seks dan hubungan intim menjadi salah satu penyebab dari tingginya angka penyakit menular seksual, kasus kehamilan di luar nikah, hingga efek psikologis lain.

    Penelitian HonestDocs ini juga menemukan bahwa Papua, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan Riau merupakan tiga provinsi dengan responden yang paling sering melakukan masturbasi. Menariknya, 6 dari 10 provinsi dengan jumlah responden yang paling sering bermasturbasi juga terdaftar sebagai provinsi dengan frekuensi hubungan seks paling tinggi, yaitu Papua, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, Maluku, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

    Dalam penelitiannya, HonestDocs melibatkan total 6.877 responden dari berbagai usia dan jenis kelamin. Responden penelitian terdiri dari proporsi responden wanita sebesar 54 persen dan pria sebesar 46 persen dan dominasi usia di antara 18-34 tahun. Penelitian itu bertujuan untuk mengidentifikasi pola perilaku seksual masyarakat Indonesia, termasuk frekuensi hubungan intim dan masturbasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.