Sepatu Kets Iriana Jokowi di Acara Visi Indonesia Jadi Sorotan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin mengadakan acara bertajuk “Visi Indonesia” di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Ahad, 14 Juli 2019. Di acara ini, Jokowi menyampaikan lima visi di periode keduanya.

    Istrinya, Iriana Jokowi, juga sempat tampil di panggung bersama suaminya. Penampilan Iriana menarik perhatian dan terlihat berbeda dari biasanya.

    Politikus Partai Golkar dan mantan aktris Nurul Arifin mengunggah foto Iriana menggunakan sepatu kets di acara Visi Indonesia. Dia memuji paduan kebaya dan sepatu kets Iriana di acara tersebut melalui media sosial Instagram.

    “Gaya ibu Iriana pake keds oke banget ya... yg penting nyaman. Pake kain gak berarti susah jalan kok,” tulis Nurul Arifin di Instagram. 

    Iriana terlihat mengenakan kebaya kurung berwarna putih yang sederhana, kain batik sebagai bawahan, dan sepatu kets berwarna hitam. Rambutnya disanggul ke belakang dengan rapi. Dia melengkapi penampilannya dengan anting mutiara. 

    Iriana Widodo, istri Presiden terpillih Joko Widodo mengenakan sepatu kes saat menghadiri acara Visi Indonesia di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Foto: Istimewa

    Bukan hanya Iriana saja, Jokowi juga terlihat menggunakan sepatu kets berwarna hitam dengan desain yang sama. Untuk penampilan Jokowi, sepatu kets dipadukan dengan celana hitam dan kemeja putih lengan panjang.

    Di foto tersebut, banyak yang memuji penampilan Iriana yang tetap terlihat modis dan mengutamakan kenyamanan.

    “Keren dan simpel, seorang Ibu Negara yang apa adanya,” tulis seorang warganet. Namun, ada juga yang memberikan komentar negatif dengan mengatakan penampilannya terlihat aneh dan norak. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.