Anak Belajar di Usia Dini, Jangan Lupa Perhatikan Hal Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi disleksia/belajar dengan anak. Shutterstock

    Ilustrasi disleksia/belajar dengan anak. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Memberikan pendidikan pada anak usia dini (paud) perlu memperhatikan sejumlah aspek. Begitu menurut pemerhati pendidikan anak usia dini, Dr. Andyda Meliala, yang juga pendiri Resourceful Parenting Indonesia itu mengatakan pengembangan fisik motorik, emosi sosial, bahasa dan prematematika, fungsi eksekutif otak dan moral spiritual adalah hal yang dimaksud.

    "Fungsi eksekutif otak misalnya, intinya pengendalian diri, working memory, dan fleksibilitas mental. Pengendalian diri misalnya mau antri, disiplin. Lalu memori kerja untuk menjalankan tugas. Anak dibantu mengembangkan working memory," kata Andyda.

    Baca juga:
    Musik Tingkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak
    Pilih Metode Belajar yang Tepat Buat Anak

    Sementara fleksibilitas mental untuk membangun kreativitas, membantu anak beradaptasi sehingga dia merasa nyaman dengan berbagai perubahan. Andyda menuturkan, pendidikan anak usia dini pondasi belajar anak, untuk menyiapkan anak ke jenjang pendidikan berikutnya (sekolah dasar), sekaligus pondasi kesehatan anak melalui pendidikan pola makan sehat dan seimbang.

    "Pola makan sehat dan seimbang, kebiasaan dibangun di usia dini," tuturnya.

    Andyda menambahkan, orang tua perlu ingat cara belajar anak usia dini berbeda dengan anak yang usianya lebih besar. Mereka cenderung bermain untuk belajar sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan menjadi poin penting.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.