Kala Menantu Arifin Ilham Berbagi Rasa Duka

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Larissa Chou (Instagram)

    Larissa Chou (Instagram)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepergiaan Ustad Arifin Ilham pada 25 Mei 2019, menyisakan duka untuk keluarga, termasuk Larissa Chou, menantunya. Arifin Ilham mengembuskan napas terakhir di Penang, Malaysia setelah berjuang melawan penyakit kanker nesofaring.

    Usai pemakaman, Larissa kembali mengungkapkan rasa kehilangan. Membagikan foto mertua dan foto lain yang menunjukkan potret liang lahat lewat Instagramnya, istri dari putra sulung Arifin, Alvin Faiz, itu mengaku masih kerap terbayang wajah pria yang disapa Abi itu.

    "Ingin memejamkan mata terbayang wajah mu Abi, senyum Abi.. nasehat Abi.. tadi bisa mencium abi, bisa melihat Abi terakhir kali sebelum dikubur sampai dikubur, bahagia ku sudah cukup," tulis Larissa Chou di keterangan fotonya.

    Baca juga:
    Arifin Ilham Punya 3 Istri, Bagaimana Jika Suami Mau Poligami?
    Arifin Ilham Pernah Mengidap Kanker Nasofaring, Ini Penjelasannya

    Larissa pun kembali menyampaikan permintaan maaf. Ibu satu anak ini berharap dirinya bisa mengamalkan semua nasihat yang telah diberikan almarhum mertuanya.

    Ungkapan duka Larissa Chou. (Instagram)
    Ungkapan duka Larissa Chou. (Instagram)

    "Maafkan Rissa bila selama ini ada salah. Semoga kami bisa mengamalkan semua nasehat Abi. Selamat berjumpa dengan Allah.. Abi hidupnya selalu mengingat Allah.. untuk Allah dan karena Allah.. tak pernah lelah menebar dakwah dan mengajak orang menuju pada kebaikan," sambungnya

    "Hidupmu berkah Abi. Surga menantimu insya Allah.. abi tidak pergi, abi selalu di hati Kami semua -salam cinta, menantu mu satu2 nya -," tandas Larissa.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.