Aura Kasih Ajarkan Suami yang Mualaf Hakikat Puasa

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aura Kasih dan suaminya Eryck Amaral. Instagram/@aurakasih

    Aura Kasih dan suaminya Eryck Amaral. Instagram/@aurakasih

    TEMPO.CO, Jakarta - Aura Kasih menjalani Ramadan pertama bersama Eryck Amaral. Setelah menikah pada 26 Desember 2018, Eryck menjadi mualaf. Di Instagram, Aura Kasih mengungkapkan rasa bangga pada suaminya di Ramadan ini.

    Aura Kasih mengajarkan suami mengenai hakikat puasa dan mengatakan Eryck puasa sendiri tanpa harus dipaksa.

    Baca juga:
    Aura Kasih: Curhat Sama Cewek Itu Ribet

    Si solehhhhh... yang puasa terusss! Dari awal ga pernah maksa untuk dia puasa, tapi pelan2 gw kasih penjelasan apa hakekat puasa ( gw bukan yg siapa2 banget sih ya ampe ngajarin dia, tapi soon bakal punya guru buat ngajarin dia shalat juga dan ku bantu sedikit2 ) dan tanpa d suruh dia puasa sendiri, sahur sndiri,” tulis Aura di Instagram.

    Dia menjelaskan pada suami mengenai hakikat puasa, namun tidak berani untuk mengajarkan hal-hal lain. Aura akan memanggil guru untuk mengajarkan Eryck mengenai salat dan dia akan membantu guru tersebut sedikit-sedikit.

    Aura Kasih dan suami. Instagram/@aurakasih

    Dia mendapatkan banyak pujian di Instagram, dan juga nasihat. Aktris Cindy Fatikasari bahkan memberikan nama ustad yang bisa membantu Eryck.

    Ra search ustadz Nouman Ali Khan di YouTube , materinya pake English , bagus banget dia lecture2 nya,” tulis Cindy Fatikasari di kolom komentar.

    Aura Kasih sekarang sedang memasuki bulan ketujuh kehamilannya. Di awal Mei, Aura menunjukkan di Instagram kalau berat badannya sudah naik menjadi 71 kg. Ia tidak puasa tahun ini. Karena itu, dia merasa bangga dengan suaminya yang bisa puasa dan sahur sendiri.

    Artikel lain:
    Aura Kasih Kerap Unggah Kalimat Motivasi di Instagram, Ini Isinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.