Masker Jelly Berbahan Organik Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi masker hitam (pixabays.com)

    Ilustrasi masker hitam (pixabays.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada sejumlah catatan menarik dari ajang Indo Beauty Asia Expo 2019 yang digelar di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, 4-6 April. Sejumlah vendor kecantikan kulit dari luar negeri memamerkan produk mereka. Salah satunya, Eileen Grace produk kecantikan asal Taiwan, yang melakukan ekspansi bisnis di Indonesia.

    Ini kali pertama Eileen Grace ikut pameran kecantikan di Tanah Air sejak menyapa masyarakat Indonesia pada 2017.

    Eileen Grace yang berfokus pada perawatan kulit harian, menampilkan sejumlah produk unggulan di antaranya masker jeli. Jelly mask mencerahkan, melembapkan, sekaligus melindungi kulit dari jerawat, kusam, dan bruntusan.

    Baca juga:
    Jangan Buang Kulit Buah, Manfaatkan Jadi Masker Wajah
    Dapatkan Wajah yang Halus dengan 4 Masker Kombinasi Bahan Alami

    Produk ini mendapat ulasan positif dari konsumen maupun vloger kecantikan. Selain karena menggunakan bahan alami yang aman untuk ibu hamil dan menyusui, jelly mask ini mendapat sertifikat dari BPOM.

    "Aman untuk ibu hamil dan menyusui karena jelly mask ini berbahan dasar organik, aman pula digunakan setiap hari. Produk ini direspon positif oleh masyarakat. Ke depan, kami ingin terus berinovasi dalam memahami kebutuhan perempuan modern Indonesia. Kami mengusung tren kecantikan inner beauty," kata Product Manager Eileen Grace Indonesia, Pratiwi Rimawindari,

    Pratiwi menambahkan, "Eileen Grace dirancang untuk menciptakan kulit sehat dan cantik alami. Karena kami tahu perempuan Indonesia terlahir cantik dan memiliki kulit bagus. Jadi tinggal kita rawat dengan baik dan telaten untuk dapat menampilkan kecantikan alami dari dalam."

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.