Kiat Bugar Soraya Haque, Pilih Lari dan Makanan Berserat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Soraya Haque. Instagram.com/@sorayahaque

    Soraya Haque. Instagram.com/@sorayahaque

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan peragawati Soraya Haque sudah memasuki usia 54 tahun. Perempuan kelahiran Palembang, 7 Februari 1965, ini sadar betul pentingnya jenis olahraga dan pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh di usia 50-an.

    “Saya penyuka jalan pagi. Saya punya anjing peliharaan. Jadi, saya berlomba lari dengan Debra, one of my dogs, bisa selama setengah sampai satu jam. Lari memutari taman atau di sekitar rumah. Bisa juga saya bersepeda. Kalo enggak sempat olahraga di pagi hari, saya bayar di malam hari. Lari di malam hari enak, karena enggak ditontonin orang. Kalo pagi suka ditontonin orang,” kata Soraya saat di temui di acara ISWI Fashion Academy di Jakarta Pusat, Jumat, 15 Maret 2019.

    Baca juga:
    Soraya Haque Berani Tampil Beda dengan Aksesoris Besar

    Selain rutin berolahraga, istri penabuh drum Ekki Soekarno ini juga membatasi konsumsi makanan yang berlebihan.

    “Saya menganut paham makan apa saja selama seleranya masih ada, ya tetap dimakan. Tetapi kadarnya yang  saya jaga. Kalau dulu saya penggemar makanan berlemak, sekarang kadarnya saya kurangi. Porsi gula sudah mulai saya kecilkan. Lebih banyak konsumsi makanan kaya serat ataupun buah,” tuturnya.

    Lebih lanjut Soraya menjelaskan, “Karena anatomi tubuh saya sudah berubah, khususnya metabolisme. Saya sudah tidak muda lagi, jadi fungsi organ-organ pun penyesuaian. Makanan adalah berkah Allah yang patut disyukuri, makanya tidak ada yang saya pantang. Kesehatan itu juga berkah yang harus dijaga dengan pola makan yang benar,” tandasnya.

    Artikel lain:
    Tips Tampil Modis di Usia 50-an Seperti Soraya Haque


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.