Busana Nur Asia Uno di Debat Pilpres 2019, Serasi dengan Suami

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno dan Istri, Nur Asia Uno, berdoa bersama sebelum berangkat ke Debat Capres. Instagram/@Nurasiauno

    Sandiaga Uno dan Istri, Nur Asia Uno, berdoa bersama sebelum berangkat ke Debat Capres. Instagram/@Nurasiauno

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menghadapi Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin pada debat pilpres 2019 perdana yang mengangkat tema hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme. Debat ini digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.

    Prabowo dan Sandiaga menghadiri debat ini menggunakan kemeja berwarna putih dan blazer berwarna hitam, dengan dasi berwarna merah dan pin logo pancasila yang menjadi logo Capres dan Cawapres nomor 2 ini.

    Artikel lain:
    Istri Sandiaga Uno: Saya Dipanggil Emak Nur, Emaknya Emak-emak
    Nur Asia Luncurkan Emak-emak Mendukung Penyandang Disabilitas

    Menemani suaminya, Nur Asia Uno juga menggunakan busana yang mengikuti Sandiaga. Di Instagram Story Nur Asia, dia terlihat sedang berdoa dengan Sandiaga dan tim mereka. Nur Asia juga terlihat menggunakan blazer berwarna hitam dengan logo Pancasila berwarna merah yang sama.

    Di blazer hitamnya, terlihat enam kancing besar, membuat penampilannya terlihat modis. Nur Asia terlihat menggunakan kemeja berwarna biru di dalamnya. Busana ini dipadukan dengan hijab dengan warna biru muda yang sama. Nur Asia juga terlihat menggunakan celana berwarna khaki atau krem.

    Ini bukan pertama kalinya Nur Asia tampil dengan pakaian yang serasi dengan Sandiaga. Keduanya sering terlihat menggunakan busana dengan warna biru muda yang sama saat menghadiri berbagai acara. Busana Nur Asia di debat Pemilihan Presiden (pilpres) ini terlihat formal, namun tetap terlihat modis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.