Kezia Warouw Ungkap Isi Grup WA Soal Dugaan Prostitusi Online

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Indonesia 2016, Kezia Roslin Cikita Warouw. instagram.com

    Putri Indonesia 2016, Kezia Roslin Cikita Warouw. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama seorang finalis Puteri Indonesia dikaitkan dengan kasus prostitusi online yang sedang ditelisik Polda Jawa Timur. Beberapa waktu lalu, polisi merilis enam nama yang diduga masuk dalam jaringan prostitusi online.

    Baca: Yayasan Putri Indonesia Jelaskan Status Fatya Ginanjarsari

    Satu dari enam nama itu berinisial ML. Dia diketahui sebagai finalis Puteri Indonesia tahun 2016. Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw tak menampik kabar tersebut menjadi perbincangan di grup percakapan online Whatsapp para mantan Puteri Indoesia.

    Lantas apa yang mereka bicarakan di grup WA tersebut? "Di dalam grup, kami semua tetap menyemangati dia. Kami bilang ‘tetap kuat ya’ apapun yang terjadi kami tidak bisa ikut campur," kata Kezia Warouw Kezia di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa 15 Januari 2018. "Terlepas dari kasus ini, kita semua punya masalah. Jadi saling menguatkan saja."

    ADVERTISEMENT

    Kezia Warouw. instagram.com

    Kezia Warouw melanjutkan, setiap manusia pasti ada sifat positif dan negatif. "Tentu saja, kita harus bisa membawa nama baik masing-masing sebagai representasi dari Puteri Indonesia," kata Kezia Warouw seraya menyatakan kekecewaannya karena nama Yayasan Puteri Indonesia dihubung-hubungkan dengan dugaan prostitusi online.

    Teman-teman di grup tersebut, Kezia Warouw mengatakan, tetap memberikan dukungan dalam konteks umum agar bisa tetap saling membangun. Adapun ML sudah lepas kontrak dengan Yayasan Puteri Indonesia.

    Artikel terkait:
    YPI Tanggapi Dugaan Finalis Putri Indonesia Terlibat Prostitusi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.