Pentingnya Pakai Pelembap untuk Kulit Berminyak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan dengan kulit berminyak di daerah T, dan kulit kering di pipi dan bibir. shutterstock.com

    Ilustrasi perempuan dengan kulit berminyak di daerah T, dan kulit kering di pipi dan bibir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu cara untuk mempertahankan kekenyalan kulit dan menjaga keseimbangan kadar minyak di dalamnya membutuhkan produk perawatan kulit berupa pelembap. Kini semakin banyak produk pelembap yang menawarkan berbagai khasiat.

    Baca juga: 4 Kesalahan Saat Pakai Produk Perawatan Kulit

    Selama ini tentu Anda berpikir pelembap untuk kulit kering saja, padahal yang kulitnya berminyak dan sensitif juga memerlukan pelembap. “Pelembap berfungsi untuk mempertahankan kelembapan kulit sepanjang hari, yang berfungsi untuk meminimalisir garis-garis halus dan kerusakan sebagai akibat dari faktor-faktor yang
    menyebabkan penuaan dini,” ungkap dokter kulit Atika Damayanti, di Jakarta, Selasa 218 Desember 2018. 

    Seperti kita ketahui 80 persen yang mengakibatkan penuaan diri itu adalah sel-sel yang rusak akibat radikal bebas. Sebab itu, kulit berminyak tetap memerlukan nutrisi yang diperoleh dari pelembap atau moisturizer. Khusus untuk kulit ini memerlukan jenis pelembap bernama non-comedogenic. “Pelembap tersebut memiliki formulasi yang bebas minyak, tidak menyumbat pori-pori, dan menimalisir timbulnya jerawat dan komedo, serta mudah diserap karena berbahan dasar air,” ujar Atika.

    Sedangkan untuk kulit sensitif yang mudah kemerahan dan iritasi, memerlukan
    pelembap dengan formula lembut, bebas bahan kimia, wewangian, serta pewarna.
    “Sangat dianjurkan untuk mencoba produk yang bersifat hypoallergenic,” imbuhnya. 

    Artikel lainnya: Hyoyeon SNSD Merawat Kulit dengan Cara Alami


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.