Arsy Kesal Ashanty Tidak Bisa Lepas dari Ponsel

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ashanty dan putrinya Arsy. TEMPO | Astari P. Sarosa

    Ashanty dan putrinya Arsy. TEMPO | Astari P. Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Biasanya orang tua yang harus mengingatkan anaknya untuk tidak terlalu sering menggunakan handphone. Namun, penyanyi Ashanty mengaku justru anak pertamanya dengan Anang Hermansyah, Arsy Addara Musicia Nurhermansyah, yang sering mengingatkan ibunya untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel.

    Baca juga: Alasan Ashanty Membiarkan Arsy Mencorat-coret Tembok

    Di kanal YouTube Sarah Sechan, Ashanty mengatakan putrinya yang berusia 3 tahun itu mengingatkan dirinya untuk tidak menggunakan handphone terus menerus. Ashanty sendiri membatasi anaknya untuk hanya menggunakan handphone di hari libur dan akhir pekan. “Aku melarang dia di hari sekolah untuk main handphone. Dia tidak punya handphone, tapi punya iPad, buat belajar bahasa Inggris dan lainnya. Tapi hanya boleh saat liburan atau Sabtu Minggu,” jelas Ashanty.

    Namun, Ashanty sering menggunakan handphone untuk pekerjaannya. “Aku benar-benar kayak kerja dari situ, sampai Mas Anang bilang ‘Kamu tuh enggak ada waktu lepas hp’” lanjut Ashanty.

    Ashanty menambahkan Arsy juga sering meminta dirinya untuk meletakkan handphone dan bermain dengan Arsy. Bahkan Arsy sempat mengucapkan kalimat yang benar-benar menampar Ashanty. “Main sama aku saja diposting,” ucapan Arsy itulah yang benar-benar membuat penyanyi berusia 34 tahun ini sadar kalau dia memang sering menggunakan ponsel di sekitar anaknya.

    Pada saat Arsy sedang main, Ashanty memang sering merekamnya untuk dibagikan melalui di Instagram Stories. Pada saat Arsy mau tidur, Ashanty juga suka melihat pekerjaannya di handphone. Namun, lampu dari handphone Ashanty mengganggu Arsy tidur. Hal tersebut membuat Ashanty sadar kalau dia harus membatasi penggunaan handphone di sekitar anak-anaknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.