Minggu, 22 September 2019

Tak Yakin Sadari, Deteksi Dini Kanker Payudara dengan 2 Tes Ini

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

    Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Deteksi dini kanker payudara menjadi suatu hal yang penting untuk menghindari kanker payudara stadium lanjut. Deteksi kanker payudara yang paling mudah adalah dengan melakukan Sadari atau periksa payudara sendiri.

    Baca: 3 Gejala Kanker Payudara yang Kasat Mata

    Hanya saja, tak semua orang yakin dengan hasil Sadari yang mereka lakukan. Mungkin ada yang menemukan benjolan kecil namun sulit membedakan apakah benjolan ini sebagai gejala kanker payudara atau kelenjar susu yang sedang mengencang, terutama saat menjelang datang bulan.

    Jika masih ragu dengan Sadari, masih ada cara mendeteksi dini kanker payudara yang lebih akurat yakni dengan Sadanis atau pemeriksaan payudara klinis. Atau apabila menemukan benjolan saat melakukan Sadar, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Walaupun belum tentu kanker payudara, pemeriksaan medis yang akurat akan memberikan gambaran lengkap tentang kondisi kesehatan.

    Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Prodia Women's Health Centre, Raditya Wratsangka mengatakan deteksi dini menjadi salah satu langkah paling penting untuk menghindari kanker stadium lanjut. "Bila tidak percaya dengan hanya melakukan Sadari, Anda bisa ke dokter untuk melakukan USG payudara atau mamografi," kata Raditya di Jakarta.

    Ilustrasi kanker payudara. (dailymail)

    USG payudara adalah pemeriksaan payudara yang menggunakan alat khusus dengan gelombang suara. USG payudara dapat menemukan adanya benjolan di payudara dan dianjurkan untuk wanita berusia di bawah 35 tahun. "Siapa yang memerlukan USG Payudara? Wanita dari semua golongan usia yang memiliki kelainan pada payudara atau memiliki faktor risiko kanker payudara," ucap Raditya.

    Sedangkan pemeriksaan mamografi menggunakan sinar rontgen digunakan untuk menemukan tumor payudara sedini mungkin. Mamografi dapat menggambarkan dengan jelas perbedaan kepadatan pada tumor dan jaringan di sekitarnya, sehingga bisa mendeteksi kanker payudara yang ukurannya masih sangat kecil.

    Bila USG payudara dianjurkan untuk wanita di bawah 35 tahun, mamografi efektif digunakan pada wanita berusia di atas 35 tahun dan tidak sedang hamil atau menyusui. Biasanya, wanita di atas 35 tahun dianjurkan untuk melakukan mamografi setahun sekali.

    Artikel lainnya:
    Sebab Wanita Tak Menyusui Lebih Rentan Terkena Kanker Payudara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.