Selasa, 23 Oktober 2018

Tips Jangan Baper Melihat Orang Lain Senang di Instagram

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi slank di dunia maya/media sosial. Shuterstock

    Ilustrasi slank di dunia maya/media sosial. Shuterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial, seperti Instagram dan Facebook, biasanya digunakan untuk mengetahui informasi terbaru tentang teman atau saudara. Turut bersimpati dan membantu jika ada yang sedang kesulitan, sampai ikut merasakan bahagia bagi mereka yang sedang menikmati momentum bahagia.

    Baca:
    Psikolog: Instagram Bisa Sebabkan Depresi dan Anoreksia

    Lantas bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah kamu sama bahagianya dengan mereka atau justru sedang sedih. Kondisi diri yang sedang tidak siap melihat kebahagiaan orang lain bisa memicu kecemburuan atau menimbulkan rasa iri. Bukan tidak mungkin ketika bertemu di dunia nyata nanti, kamu akan 'nyinyir' kepada orang tersebut.

    Terapis Susan Krausse-Whitbourne dan James Robinson mengatakan gambar yang diunggah di Instagram oleh mereka yang memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan keren berpotensi menimbulkan rasa iri. Mengutip Dailymail, kecemburuan itu muncul karena orang yang cemburu dengan kondisi orang lain tersebut merasa tidak mampu atau tidak tahu potensi kebahagiaannya sendiri.

    Lantas bagaimana cara supaya tidak baper alias bawa perasaan saat melihat orang lain menunjukkan kebahagiaannya di Instagram? Berikut ini tipsnya.

    1. Mengubah iri menjadi kagum

    James Robinson mengatakan sisi lain dari cemburu adalah kagum. "Ketika kamu melihat seseorang bepergian atau memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang kamu kagumi, cobalah untuk memahami bagaimana perjuangan mereka hingga sampai di titik itu," kata Robinson. "Belajarlah dari kemampuan orang-orang itu dan apa yang telah mereka lakukan.

    2. Lebih dekat dengan orang lain di kehidupan nyata

    Jangan berkutat dengan media sosial terlalu lama. Ingatlah, itu adalah dunia maya di mana semua orang bisa mencurahkan apa pun yang mereka inginkan.

    Susan Krauss Whitborne mengatakan kehidupan nyata juga harus dijaga agar kita tetap berfokus pada realitas kehidupan pribadi. Bangunlah hubungan lebih dekat dengan orang-orang yang secara langsung berinteraksi denganmu, misalnya tetangga maupun mereka yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

    "Berbagi kehangatan dan tunjukkan rasa saling memiliki," kata Krauss Whitborne. Hubungan yang riil ini mampu menjaga persepsi kita tentang kehidupan orang lain di dunia maya.

    3. Sadari apa yang nyata dan maya

    Jika kamu melihat temanmu selalu mengunggah makanan enak setiap hari, mungkin kamu iri kepadanya karena bisa berwisata kuliner dengan leluasa. Tapi belum tentu temanmu itu menikmati karena bisa jadi gambar yang diunggahnya adalah foto beberapa waktu lalu saat dia terpaksa menyantap beraneka makanan itu dalam waktu singkat.

    Sadarilah bahwa apa yang kamu lihat belum tentu yang nyata terjadi. Dengan begitu, James Robinson menekankan, sebaiknya kita pandai mengidentifikasi kondisi, membentengi diri terhadap hal-hal yang berpotensi memicu kecemburuan, dan berpikir logis.

    Artikel lainnya: Cara Bijak Menggunakan Media Sosial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.