Selasa, 23 Oktober 2018

Alasan Ayudia Bing Slamet Pilih Menabung Emas dan Properti

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Ayudia Bing Slamet. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Ayudia Bing Slamet. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ayudia Bing Slamet semangat mengumpulkan uang melalui berbagai kegiatan, seperti menulis buku, menjadi YouTuber, hingga menjadi fotografer kelahiran. Hal itu dilakukan Ayudia karena menyadari tak ada yang bisa menjamin masa tuanya kalau bukan dari diri sendiri.

    "Pekerjaan aku kan enggak ada jaminan dana pensiunan, jadi aku sama Ditto (suami) harus kerja lebih keras di masa produktif untuk mengisi hari tua," ujarnya.

    Baca juga:
    Ayudia Bing Slamet Kerja Bareng Suami Rumah Tangga Harmonis
    Ayudia Bing Slamet Jadi Fotografer Persalinan Putri Marino

    Selain kerja keras, Ayudia juga memilih menabung sebagai bekal jaminan hari tua. "Alhamdulillah aku bukan tipikal orang yang suka belanja banget jadi bisa untuk menabung logam mulia seperti emas dan perhiasan," jelas Ayudia, yang juga berinvestasi dalam produk properti.

    "Aku juga menyisihkan uang untuk traveling karena jalan-jalan menurutku adalah bentuk investasi untuk tubuh dan pikiran. Jadi bukan cuma materi saja tetapi tubuh juga perlu perhatian," terangnya.

    Artikel lain:
    Inspirasi Hijab Simpel dan Elegan Ayudia Bing Slamet
    Ayudia Bing Slamet Kerja Bareng Suami, Komunikasi Makin Lancar

    Namun ketika ditanya apakah ada anggaran khusus yang disediakan untuk berinvetasi, Ayudia mengaku sampai saat ini belum menetapkan dana tertentu.

    "Setiap ada uang lebih aku beli. Kalau lebihnya banyak aku belinya banyak. Kalau lagi sedikit ya belinya sedikit. Untuk traveling juga demikian, kami menabung dulu baru pergi," paparnya.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.