Semakin Gelap Kulit, Kian Rendah Risiko Terserang Kanker Kulit

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deteksi kanker kulit. Kredit: Great Lakes Ledger

    Deteksi kanker kulit. Kredit: Great Lakes Ledger

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic menunjukkan dua jenis kanker kulit nonmelanoma telah meningkat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian tersebut menyebutkan diagnosis karsinoma sel skuamosa meningkat 263 persen dan jenis kanker kulit karsinoma sel basal meningkat 145 persen antara tahun 2000 sampai 2010.

    Namun, ada sebuah mitos yang mengatakan kulit orang Indonesia sebenarnya kebal terhadap kanker kulit. Menurut dermatolog sekaligus direktur utama ID Beauty Clinic Jakarta, dr. Maria Charlotte, B Med Sci., pernyataan tersebut ada benarnya.

    Artikel lain:
    Memahami Berbagai Jenis Kanker Kulit
    Selain Sinar Matahari, Berikut Faktor Pemicu Kanker Kulit Lainnya
    Kanker Kulit, Alasan Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati
    Memahami Kanker Melanoma, Penyebab dan Cara Mengobati

    "Rata-rata orang Indonesia berkulit sawo matang. Memang semakin hitam warna kulit, semakin kuat perlindungan terhadap kanker kulit. Hal ini karena semakin gelap warna kulit berarti melaninnya semakin banyak. Melanin itulah yang berfungsi untuk melindungi kulit dari kanker," terangnya.

    Dr. Refla Syarif, SpKK, dermatolog dari Ultimo Clinic Alam Sutera, Tangerang Selatan, pun mengatakan hal yang sama. "Kulit itu tipenya ada enam, dari yang paling cerah sampai paling gelap. Kulit paling gelap ini adalah tipe 6. Kulit tipe 6 ini memang menurut penelitian tidak akan terkena kanker kulit," jelas Refla.

    "Namun kalau kita kan rata-rata sawo matang yang notabene bukan kulit tipe 6. Jadi kalau dibilang kulit orang Indonesia kebal kanker maka saya tidak bisa menyatakan iya dan tidaknya karena belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut," paparnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.