Ingin Redakan Migrain dengan Kafein, Pahami Dulu Dosis yang Tepat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi migrain. Shutterstock

    Ilustrasi migrain. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu zat yang bisa membantu mengobati serangan migrain adalah kafein. Namun berhati-hatilah karena bila berlebihan bukannya migrain hilang tapi justru memicu gejala sakit kepala.

    Dikutip dari Medical News Today, Yayasan Migrain Amerika merekomendasikan orang-orang yang terkena migrain membatasi asupan kafein harian mereka hingga 200 miligram (mg). Perlu diketahui bahwa mengonsumsi kafein secara teratur lebih dari 100 mg sehari merupakan faktor risiko terjadinya sakit kepala.

    Artikel terkait:
    Gejala Migrain yang Sering Ditafsirkan Sakit Kepala Biasa
    Sering Mengalami Migrain Ini 5 Cara Mengatasi Migrain
    Lelah dengan Serangan Migrain, Cobalah 7 Tip Berikut Ini
    10 Penyebab Migrain, Mulai Makanan sampai Cuaca

    Selain kafein, makanan seperti roti putih, biskuit, dan pir bisa membantu meminimalkan mual selama serangan migrain. Beberapa bahan alami seperti peppermint, jahe juga dapat meredakan gejala migrain.

    Kejadian migrain bervariasi pada setiap orang. Jadi, ada jenis makanan yang bermanfaat bagi satu orang namun mungkin tidak cocok untuk yang lain. Menurut Asosiasi Masalah Migrain, kurang dari 30 persen orang yang mengalami migrain mengidentifikasi pemicunya terkait makanan.

    Dalam kasus yang melibatkan diet, orang dapat menghindari makanan yang bisa memicu migrain dan membantu mengontrol rasa sakit serta mengurangi frekuensi atau tingkat keparahan migrain mereka. Cara terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter dan ahli diet untuk menentukan rencana diet pencegahan migrain yang efektif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.