Satu yang Penting Diingat Saat Merayakan Ulang Tahun Pernikahan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suami istri. Shutterstock

    Ilustrasi suami istri. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasangan merayakan ulang tahun pernikahan atau hari jadi mereka. Ada yang merayakannya dengan sederhana, ada pula yang menggelar pesta besar-besaran.

    Baca juga:
    Beda Usia Satu Tahun Paling Aman dalam Pernikahan

    Merayakan ulang tahun pernikahan atau hari jadi dengan pasangan memang bagus. Bagaimanapun cara pasangan memperingatinya, jangan sampai itu menjadi jebakan dan membuat pasangan lupa pada satu esensi yang harus diperhatikan.

    "Yang penting adalah peremajaan komitmen di antara pasangan,” kata psikolog Kasandra Putranto. “Hari jadi atau ulang tahun pernikahan yang pertama sama pentingnya dengan yang kedua, ketiga sampai hari jadi ke-50 dan seterusnya."

    ADVERTISEMENT

    Dengan merayakan hari ulang tahun pernikahan, menurut dia, masing-masing pasangan bisa mengekspresikan perhatian dan

    kasih sayang satu sama lain. Mengutip laman Stherlittlefield, berikut 5 alasan penting merayakan hari jadi hubungan.

    1. Pencapaian hubungan
    Setiap hubungan pasti memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Jika kalian bisa mencapai perjalanan hingga satu tahun, itu merupakan pencapaian bersejarah bagi hubungan kalian. Bahkan, jika selama perjalanan itu tidak mulus, setidaknya kalian bisa mempertahankannya sejauh ini.

    2. Menjadi lebih dekat lagi
    Merayakan hari ulang tahun pernikahan bisa memberikan kesempatan untuk kembali terhubung dengan pasangan. Jika sehari-hari kalian sibuk dengan pekerjaan, inilah saatnya kembali dekat dengan sepenuh hati dan raga. Bicaralah dari hati-ke hati lebih dalam lagi.

    Selanjutnya: Momentum belajar dan lihatlah masa depan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.