Syahrini Galau Pilih Karier atau Menikah Usai Menggelar Konser

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrini menunjukkan cincin emas sebagai hadiah kepada penonton pemegang tiket

    Syahrini menunjukkan cincin emas sebagai hadiah kepada penonton pemegang tiket "Incesss Seat" seharga Rp25 juta. ANTARA News/Yogi Rachman

    TEMPO.CO, JakartaSyahrini merayakan perjalanan 10 tahun berkarya di industri hiburan Tanah Air dengan menggelar konser bertajuk 10 Tahun Jambul Khatulistiwa Journey of Syahrini, di Ciputra Artprenuer, Jakarta, Kamis 20 September 2018.

    Baca juga: Syahrini Pamer Jambul Khatulistiwa, Tinggi dan Berat

    Syahrini mengaku tidak merasakan beban apapun menjelang konser ini. Dia justru merasa galau ketika konser berakhir, karena harus menentukan pilihan antara karier atau menikah.

    “Tidak ada (beban). Beban setelah ini saya mau nyanyi lagi atau menikah. Sebetulnya hidup itu pilihan. Kalau deg-degan pasti, karena ini sesuatu yang spesial,” ujar Syahrini sebelum memulai konsernya.

    ADVERTISEMENT

    Pengumuman dress code untuk konser Syahrini "10 Tahun Jambul Khatulistiwa: Journey of Syahrini". Instagram PrincesSyahrini

    Bagi wanita kelahiran Bogor ini, perjalanan sepuluh tahun berkarya banyak melewati berbagai rintangan, suka dan duka. Konser tunggalnya ini, dipersembahkan kepada para penggemar yang sudah mendukungnya.

    “10 tahun ada di industri Tanah Air, wara wiri, nyanyi, akting,syuting iklan semua seni dan karya. Banyak bisnis yang dijalani sama saya. Aku ingin menandainya,” kata Syahrini.

    Dalam konsernya ini, Syahrini akan mengenakan busana dari tiga desainer ternama aksesoris yang heboh dari Rinaldi Yunardi. Konser yang tiketnya fantastis seharga Rp 25 itu mengharuskan para penontonnya mengenakan dress code, merah untuk perempuan dan putih untuk laki-laki. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.