Kamis, 15 November 2018

Resep Waffle Lezat dan Unik dengan Taburan Kacang Pistachio

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Resep Waflle Pistachio Coffee. Tabloidbintag.com

    Resep Waflle Pistachio Coffee. Tabloidbintag.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Waffle merupakan makanan khas Begia dikenal karena rasanya yang lezat. Kini banyak variasi resep waffle yang mudah dibuat. Salah satunya resep Pistachio Coffee Egg Waffle.

    Resep waffle ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu kacang pistachio. Seperti diketahui, kacang yang memiliki warna kehijauan ini memiliki banyak kebaikan untuk kesehatan. Di antaranya untuk menurunkan kadar kolesterol dan sumber energi. Hmm, menarik juga resep Pistachio Coffee Egg Waffle ini untuk dicoba di rumah.  

    Bahan

    Bahan Waffle: 
    - 6 butir telur
    - 225 gram gula pasir
    - 14 gram tepung maizena
    - 150 gram tepung terigu protein rendah
    - 25 tepung custard
    - 60 gram tepung tapioka
    - 2 sendok teh baking powder
    - 1 sendok teh bubuk kopi
    - 125 mili liter susu cair
    - 50 mili liter air
    - 52 gram mentega, lelehkan
    - 50 mili liter minyak goreng
    - 1 sendok teh vanili bubuk 

    Topping:
    - 100 gram krim kocok
    - 75 gram chocolate chip
    - 75 gram kacang pistachio

    Cara Membuat
    1. Waffle: Kocok telur dan gula hingga mengembang dan kental. Campur tepung terigu, tepung maizena, tepung custard, baking powder, tapioka, dan bubuk kopi, ayak. Masukkan campuran tepung perlahan ke dalam kocokan telur. Tuang air, minyak, dan mentega leleh sedikit demi sedikit, lalu tuang susu cair dan vanili, aduk rata.
    2. Panaskan cetakan egg waffle dengan api kecil hingga panas, tuang adonan, masak. Balik cetakan, masak kedua sisi waffle hingga matang, angkat.
    3.Tambahkan krim kocok, kacang pistachio, dan chocolate ke atas waffle. Siap disajikan.

    Hasil: 2 Porsi

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.