Jenis Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Hipertensi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gulai kambing. Tabloidbintang

    Ilustrasi gulai kambing. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi agar tak memperburuk kondisi kesehatan, terutama pada Idul Adha. Spesialis saraf dari RSCM Jakarta, dr. Amanda Tiksnadi, Sp.S(K). menyebut daging kambing sebagai salah satunya.

    "Daging kambing dibandingkan dengan daging-daging yang lain berpotensi meningkatkan tekanan darah mendadak, oleh karena itu pada acara-acara seperti Idul Adha, yang banyak menghidangkan kari-kari, kami temukan kejadian stroke akut," ujar Amanda.

    Buat yang tekanan darahnya berada di angka 200 sebaiknya juga lebih ketat membatasi asupan daging sapi.

    Artikel lain:
    Banyak Penderita Hipertensi Tak Sadar Penyakitnya
    Perempuan Lebih Rentan Terkena Hipertensi
    Yang Harus Dipilih dan Dihindari Penderita Hipertensi  
    Hati-hati : Haid Berhenti Bisa Picu Hipertensi

    ADVERTISEMENT

    "Beberapa orang yang tensinya tinggi, daging merah disarankan dikurangi karena lebih tinggi mengandung purin. Purin ini akan menyebabkan asam urat naik tinggi, yang menjad faktor risiko tinggi stroke, penyakit jantung, dan masalah ginjal," papar Amanda.

    Dibanding daging, sebaiknya pilih ikan atau ayam karena kadar purinnya lebih rendah. Selain itu, perhatikan asupan sayuran seperti biji-bijian karena kandungan purinnya tinggi.

    "Dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung purin, salah satunya biji-bijian. Walau menyehatkan tetapi terlalu banyak kangkung, melinjo, kacang-kacangan, meningkatkan asam urat. Dibatasi, bukan tidak boleh," kata Amanda.

    Bahan makanan lain yang perlu dibatasi adalah garam. Pembatasan bisa dengan tidak menaruh garam tambahan di atas meja.

    Dalam kesempatan berbeda, pakar hipertensi dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP, FIHA, FAsCC menyarankan asupan harian garam tak lebih dari 5 gram atau kurang dari satu sendok teh.

    Kemudian, bagi pasien hipertensi berat biasanya dianjurkan untuk melakukan diet rendah garam I (200-400 mg Na) dan diet rendah garam II (600-800 mg Na sama dengan 1/2 sendok teh) bagi hipertensi tidak berat. Sedangkan untuk penderita hipertensi ringan untuk melakukan diet rendah garam III pada (1000-1200mg Na sama dengan 1 sendok teh sehari).


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...