Resep Istimewa untuk Idul Adha, Iga Bakar Pedas

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Resep Iga Bakar Pedas

    Resep Iga Bakar Pedas

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat yang ingin mencoba memasak menu istimewa saat Idul Adha, coba resep iga bakar pedas. Saat Idul Adha, banyak yang membuat menu istimewa dengan bahan daging, baik kambing maupun sapi. Anda pasti sudah terbiasa membuat olahan khusus saat Idul Adha.

    Dibuat dengan iga sapi yang baru dipotong, resep iga bakar pedas akan terasa lebih maknyus. Kesegaran bahan daging memang memegang peran penting dalam menentukan hasil. Makin baik dan segar dagingnya, olahan yang dihasilkan pasti akan makin lezat.

    Resep lain:
    5 Resep Olahan Lezat Daging Kurban saat Idul Adha
    Nikmatnya Sate Lilit Khas Bali dengan Resep yang Turun Temurun
    Lezatnya Sate Ayam dengan Salad Bali, Ayo Coba Resepnya
    Caramel Silky Pudding, Makanan Penutup dengan Resep yang Mudah

    Bahan:

    • 700 gram iga sapi, potong
    • 2 sentimeter jahe, memarkan
    • 3 lembar daun salam
    • 900 mililiter air
    • 2 sendok the (sdt) kecap manis
    • 1 sdt kecap asin
    • ½ sdt gula pasir
    • ½ sdt garam
    • 2 sendok makan minyak goreng

    ADVERTISEMENT

    Bumbu halus:

    • 12 buah cabai merah keriting 
    • 3 buah cabai hijau besar 
    • 7 butir bawang merah 
    • 4 siung bawang putih

    Cara membuat:

    1. Didihkan air, masukkan iga sapi, jahe, dan daun salam, kemudian masak sampai matang. Angkat, tiriskan, dan sisihkan.
    2. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan kecap manis, kecap asin, gula, garam, dan 300 mililiter air rebusan iga, aduk rata. Masukkan iga, masak hingga bumbu meresap, angkat. 
    3. Bakar iga di atas bara api hingga kecokelatan, angkat, dan siap disajikan.

    TABLOIDBINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.