Cegah Gangguan Saraf dengan Rutin Konsumsi Vitamin B Kompleks

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Vitamin B17. shutterstock.com

    Ilustrasi Vitamin B17. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu contoh kerusakan saraf ialah Carpal Tunnel Syndrome (CTS), penyakit yang terjadi di pergelangan tangan karena saraf yang tertekan dan menimbulkan gejala nyeri, mati rasa, dan parestesia (kesemutan atau seperti terbakar). Saraf yang tertekan adalah saraf median yang terentang antara lengan bawah dan telapak tangan di dalam lorong karpal.

    “Ini terjadi karena kebiasaan mengetik dan memegang mouse dalam jangka waktu lama dengan gerakan yang berulang,” kata Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Pusat, Manfaluthy Hakim.

    Baca juga:
    Kian Banyak Anak Muda Terserang Gangguan Saraf, Cek Penyebabnya
    Hati-hati, Sering Bermain Gawai Menyebabkan Kerusakan Saraf
    Gaya Hidup Modern Ikut Memicu Masalah Saraf
    Bahaya Kekurangan Vitamin B12 buat Saraf, Jangan Diabaikan

    Dalam kondisi parah, CTS dapat menyebabkan rasa nyeri dengan frekuensi serangan yang semakin sering dan menetap. Rasa nyeri tersebut dapat membuat fungsi tangan menjadi terbatas sehingga bisa menimbulkan kelumpuhan otot dan mengakibatkan kecacatan yang berpengaruh pada pekerjaan penderita.

    Di samping itu, para penderita neuropati juga berisiko terkena infeksi ketika luka. Pasalnya, kerusakan saraf bisa menyebabkan mati rasa atau baal sehingga ketika mengalami luka, penderita biasanya tidak lagi merasa sakit.

    “Luka yang terjadi sangat mungkin terkena infeksi. Akan semakin parah jika yang terkena penderita diabetes. Saat mereka tidak lagi merasakan apa-apa ketika mengalami luka, maka luka akan dibiarkan yang akhirnya memunculkan infeksi,” tuturnya.

    Ilustrasi kesemutan. Shutterstock.com

    Yoska Yasahardja, Medical Manager Consumer Health Merck, mengatakan perlu dilakukan berbagai langkah pencegahan untuk menghindari munculnya penyakit neuropati, antara lain dengan memperbaiki gaya hidup, olahraga teratur, istirahat cukup, pola makan dan gizi yang seimbang, serta mengonsumsi vitamin neuropati yang terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12.

    “Vitamin neuropati ini berfungsi memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf serta memberikan asupan yang dibutuhkan saraf sehingga dapat bekerja dengan baik,” ujarnya.

    Vitamin neuropati ini tidak hanya dapat mencegah tetapi juga bisa mengurangi gejala kerusakan saraf tepi seperti kebas dan kesemutan. Berdasarkan hasil penelitian Nonintervensi dengan vitamin neurotropik (NENOIN) , vitamin B kompleks dapat mengurangi gejala neuropati hingga 62 persen.

    Selain dari suplemen, vitamin B kompleks juga bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan, seperti vitamin B1 bisa ditemukan pada sereal, roti, sayuran berdaun hijau, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

    Sementara itu, untuk vitamin B6 didapatkan dari kentang, buncis, daging merah, unggas, telur, dan sereal. Adapun vitamin B12 terkandung pada ikan, daging, susu, dan beberapa produk kedelai.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.