Selasa, 11 Desember 2018

Motif Argan Ghea Panggabean Hiasi Monas di Kampanye KitaSupreme

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fashion show Ghea Panggabean dalam Kampanye #KitaSuprme di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa 31 Juli 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    Fashion show Ghea Panggabean dalam Kampanye #KitaSuprme di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa 31 Juli 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Desainer ternama Indonesia, Ghea Panggabean, meriahkan Monumen Nasional (Monas), Jakarta dalam kampanye #KitaSuprême Head & Shoulders. Dalam kampanye yang merayakan kehebatan perempuan Indonesia dengan menggelar acara budaya itu, Ghea Panggabean menampilkan motif daun argan yang cantik dan elegan pada fashion show koleksinya serta pada dinding Monas, sebagai tanda apresiasi dan perayaan wanita Indonesia.

    Baca juga: Karya Ghea Panggabean Ramaikan Islamic Fashion Festival

    Ghea Panggabean mengatakan argan berarti pohon kehidupan. "Sementara wanita juga memberikan kehidupan, melahirkan dan membesarkan anak, tetapi tetap bisa bekerja dan berkarya,” ujar Ghea saat ditemui dalam acara tersebut, Selasa, 31 Juli 2018. 

    Dominique Diyose memeragakan koleksi Ghea Panggabean di Kampanye #KitaSuprême di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa 31 Juli 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    Peragaan busana yang meriahkan Monas ini menampilkan 25 looks yang dipermanis  dengan aksesoris rambut cantik berupa sirkam dari Tulola Jewelry. Ghea Panggabean menggunakan bahan sutra, satin, chiffon, dan katun voal untuk busana dalam koleksinya. “Koleksi ini lebih ke resort wear, Bali, liburan, gaya kasual yang chic,” lanjut Ghea Panggabean.

    Fashion show Ghea Panggabean dalam Kampanye #KitaSuprême di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa 31 Juli 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    Ada beberapa gaya busana yang ditampilkan. Pertama adalah motif daun argan yang dilukis pada bahan satin warna putih yang membuat penampilan santai dan nyaman. Namun ada juga busana-busana yang terlihat lebih formal dan elegan, dengan paduan warna emas dan biru. Koleksi ini akan dijual dengan terbatas, dimulai dari harga Rp 500 ribu sampai jutaan. “Tetapi tetap terjangkau,” tutur Ghea Panggabean. 

    Fashion show Ghea Panggabean di Kampanye #KitaSuprême di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa 31 Juli 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    Motif batik daun argan yang dilukis oleh Ghea Panggabean sendiri tidak hanya tampil pada busana-busana indah, tetapi juga dijadikan desain permainan lampu motion graphic di Monas. Permainan lampu tersebut adalah hasil karya perempuan muda berbakat, Isha Hening.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.