Senin, 22 Oktober 2018

Kata Psikolog Soal Ucapan Vulgar Young Lex untuk Lisa Blackpink

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lisa BLACKPINK. Instagram.com/lalalalisa_m

    Lisa BLACKPINK. Instagram.com/lalalalisa_m

    TEMPO.CO, Jakarta - Young Lex salah satu penggemar Lisa BlackPink, anggota girl band Korea Selatan BlackPink. Dia melakukan unboxing album terbaru girl band tersebut. Kata-kata yang diucapkan dalam video tersebut menjadi sorotan publik. Pasalnya dia mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. 

    Baca juga:
    6 Fashion Lisa Blackpink Ini Nilainya sampai Rp 600 Juta
    Jennie Blackpink Merasa Aneh Disebut Fashionista

    Foto-foto buat (sensor), buat bahan (sensor), mana sih Neng Lisa, bikin album kayak gini juga ah, foto-foto," ucap Young Lex dalam video itu. Meski kata-kata tersebut disensor, netizen terutama Blink (sebutan penggemar Blackpink) bisa menangkap maksudnya. Pria berusia 26 tahun itu diketahui mengucapkan kata-kata yang menjadikan foto Lisa Blackpink sebagai bahan imajinasi seksual.

    Menurut psikolog Kasandra Putranto, ini merupakan tanda anak muda di mana otak mereka masih belum berkembang secara maksimal. “Orang tidak bisa menjaga omongan di media sosial terkait karena tiga hal yaitu kematangan, pengendalian emosi dan keterampilan sosial,” ujar  Kasandra kepada Tempo.co Selasa, 24 Juli 2018.

    Album terbaru Blackpink yang dipamerkan Young Lex. Instagram

    Kasandra menambahkan dari keterbatasan tiga hal itu membuat seseorang sangat tidak mampu menjaga lisannya, termasuk di media sosial. Di sisi lain dilanjutkan Kasandra, saat ini media sosial juga banyak dijadikan sarana untuk mengekspresikan diri, memperoleh informasi dan memperluas jaringan. 

    Artikel lain:
    5 Artis Korea yang Bagikan Tips Kecantikan di Media Sosial
    6 Artis Korea yang Berani Pamer Wajah Tanpa  Makeup

    Sedangkan menyinggung soal penggemar yang berbicara kasar tentang idolanya, Kasandra mengatakan harus dilakukan asesmen yang mendalam. Hal ini untuk  mengetahui bagaimana psikologis dari penggemar tersebut. Dalam beberapa kasus, ada beberapa penggemar yang justru memanfaatkan idolanya untuk jalan pintas menjadi terkenal.

    “Pada akhirnya prestasi tidak menarik lagi. Mereka lebih tertarik pada hal-hal yang sifatnya kontroversial negatif. Semakin negatif, semakin cepat tersebar dibandingkan informasi yang positif,” ujarnya.

    YATTI FEBRI NINGSIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.