Waspada Skoliosis Berisiko pada Kehamilan sampai Kematian

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skoliosis

    Skoliosis

    TEMPO.CO, Jakarta - Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung ke arah ke arah lateral dengan sudut cobb lebih dari 10 derajat. Skoliosis ini biasanya lebih banyak dialami wanita, mulai dari anak-anak hingga dewasa. 

    Dr. dr. Ninis Sri Prasetyowati, Sp. KFR, konsultan ahli dari Klinik Scoliosis Care mengatakan skoliois dapat berdampak pada kemampuan wanita untuk hamil sampai berujung kematian. Hal ini bisa terjadi karena adanya kelainan kongenital, kelainan pembentukkan tulang, atau kelainan neurologis, tapi pada sebagian kasus bersifat idiopatik. Ini yang mempengaruhi tingkat kesuburan pada wanita.

    Baca juga:

    Terapi Skoliosis Nonoperasi, Seperti Apa Itu? 

    Penyakit Tulang Belakang Ini Banyak Menyerang Wanita, Apa Itu?

    “Kalau kurvanya sudah di atas 50 derajat (kebengkokkannya) tidak disarankan untuk hamil. Negatifnya, kemungkinan dia hamil juga bahkan tidak,” ujar Nistriani di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

    Lebih lanjut, Nistriani menambahkan penyebab wanita lebih rentan mengalami skoliosis salah satunya karena otot wanita lebih sedikit dibanding dengan laki-laki. Selain itu, wanita lebih banyak menghabiskan banyak waktu mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, memasak, dan lainnya. 

    “Buruknya, malah beberapa pekerjaan rumah tangga justru yang cenderung membuat kita jadi bungkuk,” kata Nistriani. Kebiasaan lainnya yang juga cenderung menyebabkan soliosis pada wanita adalah gaya hidup yang buruk, seperti gaya berdiri dan duduk yang salah.

    Baca juga:

    7 Gejala Leukimia seperti yang Dialami Anak Denada

    Pencegahan Influenza Bisa Dilakukan Sehari-hari, Ini Caranya

    Masih ada dampak negatif skoliois lainnya pada tubuh, seperti pencernaan. Ini karena skoliosis akan menutup lubang-lubang saraf untuk menuju ke organ-organ penting dalam tubuh. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda atau gejala yang bisa diketahui apakah seseorang menderita skoliosis atau tidak.

    “Paling rasanya sering ngilu aja pada bagian punggung (kebanyakannya). Tapi, kalau tidak diperiksa ini akan berujung kematian. Sebab, tulang belakang bengkok, sementara gunannya untuk melindungi organ-organ penting di sana. Kalau dia bengkok, kan pas mengalami rotasi otot juga dan mempengaruhi kerja organ lainnya,” tutup Nistriani. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.