Sabtu, 23 Juni 2018

Kiat Bugar Nikita Willy saat Puasa Ramadan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikita Willy saat berlibur di Dubai. (Istimewa)

    Nikita Willy saat berlibur di Dubai. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Puasa tidak menghalangi Nikita Willy, 23 tahun, untuk berolahraga. Ia rutin melakukan pilates dan latihan fisik setiap pukul 08.00 atau 09.00 kemudian berangkat syuting sinetron harian “Tiada Hari Yang Tak Indah (THYTI)” pukul 10.00. Wajahnya segar, tubuhnya bugar, dan matanya berbinar.

    “Selama Ramadan, aku olahraga pagi sekitar jam 8 atau 9, baru berangkat syuting. Kalau olahraga jam 5 sore terlanjur capek. Enggak ada tenaga buat olahraga. Justru enak di awal hari,” ungkap Nikita.

    Selain olahraga, aktris yang berulang tahun setiap 29 Juni ini mengonsumsi vitamin, buah, dan sayur. Ia jarang minum suplemen atau obat.

    Baca juga:
    Mengintip Istana Mini Nikita Willy
    Cantiknya Nikita Willy Pakai Hijab
    Nikita Willy Buka Rahasia Tubuh Bugarnya
    Fashion Serba Putih Nikita Willy saat Liburan

    “Kalau sakit kepala atau flu, aku lebih banyak makan sayur,” kata bintang sinetron “Nikita dan Putri Yang Ditukar” itu. 

    Karena Ramadan tahun ini disibukkan dengan jadwal syuting sinetron harian, Nikita terpaksa melewatkan momen berbuka bersama keluarga di rumah. Ia sedih tidak bisa berbuka bersama keluarga dan tidak bisa menikmati es cincau bikinan mamanya, Yora Febriane. 

    “Tapi sahur selalu di rumah bersama keluarga. Kalau enggak syuting, aku pasti berbuka sama keluarga. Mama sebenarnya tidak pernah masak pada hari biasa. Di bulan Ramadan, ia selalu masak untuk berbuka dan sahur. Walaupun masakan rumah, cuma karena Mama jarang memasak, ini jadi sesuatu yang spesial. Favoritku es cincau. Bikinnya cepat, gampang, dan semua suka,” jelas kekasih putra pemilik jaringan taksi Blue Bird Group, Indra Priawan Djokosoetono.

    Nikita Willy. TABLOIDBINTANG.COM

    Kesedihannya terobati kala Yora membawakan bekal berbuka di lokasi syuting. Yora berpikir daripada putrinya jajan sembarangan, membawakan bekal berbuka pilihan terbaik. Menunya beragam dari sup kepala ikan hingga rendang.

    Jika Yora tidak sempat membuat bekal, Nikita berbuka bersama pemain dan kru di lokasi syuting. Berbuka bersama pemain dan kru merupakan momen langka. Menu apa pun, kata Nikita, tak masalah asalkan bukan nasi.

    “Nasi apa pun itu, mau nasi putih, hitam, merah, enggak sama sekali,” imbuhnya.

    Selain menciptakan kebersamaan dengan keluarga, kru serta pemain, Ramadan dijadikan Nikita momen meningkatkan amal dan ibadah.

    “Setiap Ramadan fokusnya beribadah. Kalau enggak syuting, aku pasti tarawih. Kalau pas syuting bisa izin tarawih, aku tarawih. Kalau syutingnya cepat, aku tarawih di rumah,” jelas Nikita, yang belajar berpuasa sejak kelas 1 SD.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.