Citra Kharisma Kehilangan Orang Tua, Ini Dampaknya Kata Psikolog

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Citra Kharisma. Tabloidbintang.com

    Citra Kharisma. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka datang dari Citra Kharisma, aktris sekaligus presenter yang sempat mewarnai layar kaca. Pasalnya, kedua orang tuanya, Bambang Soekijanto, 67 tahun, dan Sri Artiany, 61, ditemukan di laut dalam keadaan tewas.

    Perasaan sedih terlihat dari unggahan Citra di akunnya, @citzkharizma. Dalam postingan tersebut Citra mencurahkan kesedihannya karena kehilangan orang tua secara bersamaan.

    Kedekatan mantan presenter “Kiss” tersebut dengan kedua orang tua sangat terlihat. Terbukti beberapa kali citra kerap mengunggah foto kedua orang tuanya saat sedang menghabiskan waktu bersama di Instagram.

    Citra kharisma meluapkan kesedihan karena kehilangan kedua orang tuanya. instagram

    Ikatan darah antara anak dan kedua orang tua memang tak bisa dilepaskan, apalagi hubungan keintiman antara anggota keluarga akan mempengaruhi sisi psikologis anak-anaknya juga.

    “Pada usia berapapun, kehilangan orang tua tidak pernah mudah karena koneksi paling kuat yang kita alami dengan manusia lain itu adalah dengan orang tua,” kata Rina Olivia, psikolog yang juga Founder Dayaguna Consulting dan juga Professional Coach.

    Artikel lain:
    Tips untuk Orang Tua Saat Anak Menemukan Cinta Pertama
    Plus Minus Ajak Orang Tua Bulan Madu Seperti Syahnaz Sadiqah
    Kesiapan Jadi Orang Tua juga Dipengaruhi Zodiak, Ini Detailnya

    Dampak pada setiap mungkin beraneka ragam, tergantung kedekatan dengan orang tuanya dilihat dari faktor lain seperti anak yang tinggal bersama orang tuanya, atau anak yang memiliki koneksi emosi yang baik dengan orang tuanya dan faktor lainnya.

    Situasi orang tua meninggal mendadak tentu tidak mudah bagi setiap orang. Terkadang, orang mungkin merasa semakin dewasa maka akan jadi lebih mudah untuk melepaskan orang tua yang meninggal.

    Namun hal tersebut sangat bergantung kepada bagaimana komunikasi atau kedekatan emosi antara anak dan kedua orang tuanya. Bahkan bagi orang yang sudah sama dewasanya, usia matang 60 tahun ke atas, kehilangan orang tua pun akan merasakan kehampaan.

    “Berapapun usia anak, dalam kondisi tiba-tiba atau tidak kehilangannya, ketika koneksi terputus karena sesuatu yg alamiah sekalipun, rasa hilang pasti ada,” jelas Rani.

    Kesedihan yang timbul saat kehilangan seseorang merupakan suatu tanda ataupun alarm dari diri kita bahwa sesuatu yang pernah ada telah hilang dan yang menghilang itu berharga. Jadi ketika seseorang kehilangan secara mendadak, akan timbul campuran emosi seperti sedih ataupun marah pada keadaan yang menandakan bahwa hubungan dengan orang yang bersangkutan adalah berharga bagi orang tersebut.

    “Sebenarnya alur emosi yang dialami akan beragam,” lanjut Rani menjelaskan.

    CANDRIKA RADITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.