Asupan Karbohidrat Berlebihan, Awas Menopause Datang Lebih Cepat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nasi tim ayam jamur. shutterstock.com

    Ilustrasi nasi tim ayam jamur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menopause umumnya terjadi pada wanita saat memasuki usia 50-52 tahun. Namun ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan menopause datang lebih cepat, salah satunya dari asupan makanan. 

    Hal ini terungkap dalam studi di Journal of Epidemiology & Community Health, peneliti dari School of Food Science and Nutrition di University of Leeds, Inggris menemukan bahwa setiap satu porsi karbohidrat berkorelasi dengan risiko menopause lebih cepat 1,5 tahun bagi perempuan. 

    Sementara itu, konsumsi setiap porsi harian ikan dan kacang polong segar bisa memperlambat menopause selama lebih dari 3 tahun. Konsumsi harian vitamin B-6 yang lebih tinggi dan seng juga dikaitkan dengan perlambatan masa menopause.

    Artikel lainnya: 
    Menopause Dini Membayangi Wanita Berbadan Ceking
    Perempuan Menopause Sebelum Umur 50, Apa Sebabnya

    Ketika para peneliti membandingkan kelompok yang vegetarian dan yang mengonsumsi daging ditemukan bahwa konsumsi daging berhubungan dengan penundaan menopause selama 1 tahun. Hasil tersebut diperoleh setelah tim peneliti memeriksa data yang tersedia dari survei terhadap lebih dari 35.000 perempuan yang berbasis di Inggris yang berusia antara 35-69 tahun.

    Menggunakan data yang diambil dari kuesioner frekuensi makanan, tim peneliti dapat memperkirakan asupan harian dari 217 makanan yang dikonsumsi peserta. Dari semua perempuan, sebanyak 914 orang di antaranya mengalami menopause secara alami di usia 40-65 tahun. Di antara perempuan yang tidak memiliki anak, asupan makanan berjenis unggas yang lebih tinggi berhubungan dengan menopause yang lebih lambat.

    Baca juga: Risiko Menopause Dini pada Wanita yang Tak Pernah Hamil

    "Temuan kami menegaskan bahwa diet mungkin terkait dengan usia saat menopause. Usia pada menopause alami mungkin memiliki implikasi pada hasil kesehatan di masa depan," tutur Yashvee Dunneram, anggota tim peneliti tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.