Rabu, 17 Oktober 2018

Ida Fiqriah, Kapten Pilot Perempuan Pertama di Garuda Indonesia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapten pilot wanita pertama Garuda Indonesia, Ida Fiqriah (kiri) bersama Co pilotnya sebelum melakukan penerbangan khusus Hari Kartini dengan tema 'Kartini Flight' di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Sabtu, 21 April 2018. (TEMPO/Yatti Febri Ningsih).

    Kapten pilot wanita pertama Garuda Indonesia, Ida Fiqriah (kiri) bersama Co pilotnya sebelum melakukan penerbangan khusus Hari Kartini dengan tema 'Kartini Flight' di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Sabtu, 21 April 2018. (TEMPO/Yatti Febri Ningsih).

    TEMPO.CO, Jakarta - Rabu, 5 April 2017 adalah hari bersejarah bagi Ida Fiqirah dan Garuda Indonesia. Di hari itu, perempuan 41 tahun itu dikukuhkan menjadi Captain Pilot perempuan pertama di maskapai penerbangan tersebut. Pangkat "Bar Captain" rating Boeing B737-800 NG tersemat kepadanya.

    Baca juga:
    Hari Kartini, Menteri Susi: Selamat Datang di Penerbangan Garuda

    Ida Fiqriah mengatakan, meraih predikat sebagai kapten pilot bukan perkara mudah. Di samping meniti karier sebagai pilot, perempuan kelahiran 4 Desember 1976 ini juga mengurus rumah tangga dengan dua anak. "Saya menikah setelah menjadi penerbang. Jadi suami sudah tahu resiko pekerjaan saya," kata Ida Fiqriah di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. "Anak-anak juga sudah paham bagaimana pola kerja saya."

    Ida Fiqriah memiliki dua anak. Anak pertama laki-laki berusia 13 tahun, dan anak kedua perempuan berumur 10 tahun. Berprofesi sebagai pilot membuat Ida kerap meninggalkan buah hatinya beberapa hari, terutama ketika bertugas ke luar negeri. Sebab itu, ketika libur, Ida memilih di rumah saja dan menikmati waktu bersama keluarga.

    Kapten pilot wanita pertama Garuda Indonesia, Ida Fiqriah bersama Co pilotnya sebelum melakukan penerbangan khusus Hari Kartini dengan tema 'Kartini Flight' di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Sabtu, 21 April 2018. (TEMPO/Yatti Febri Ningsih).

    "Kalau bicara liburan, saya liburan sesuai rute penerbangan," kata dia. "Tapi tempat favorit saya untuk mengisi waktu luang adalah di rumah. Jadi tempat favorit liburan saya adalah rumah."

    Sampai di rumah, Ida Fiqriah melepaskan semua atribusinya sebagai kapten pilot. Di rumah, Ida benar-benar menjadi ibu rumah tangga. "Saya bersih-bersih, merapikan rumah, dan bermain dengan anak," ucap dia.

    Kapten pilot wanita pertama Garuda Indonesia, Ida Fiqriah (kiri) bersama Co pilotnya sebelum melakukan penerbangan khusus Hari Kartini dengan tema 'Kartini Flight' di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Sabtu, 21 April 2018. (TEMPO/Yatti Febri Ningsih).

    Ida Fiqriah memulai karier di Garuda Indonesia sejak 1999 sebagai first officer atau co-pilot. Lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug, Tangerang ini telah menerbangkan berbagai jenis pesawat Garuda Indonesia, mulai dari Boeing B737-300/400/500, dan wide body Airbus A330-300/200.

    Belajar di sekolah tinggi penerbangan selama 4 tahun, awalnya Ida Fiqriah hanya mencari sebuah perguruan tinggi yang menyediakan beasiswa serta ilmunya bisa bermanfaat untuk masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.