Kate Middleton Melahirkan Seorang Pangeran, Segalanya Lancar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William dan Kate Middleton. [The Sun]

    Pangeran William dan Kate Middleton. [The Sun]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kate Middleton dan suami, Pangeran William, menyambut anak ketiga mereka, bayi laki-laki dengan berat badan 3,8 kilogram, pada pukul 11.01 waktu setempat, Senin, 23 April 2018, di St Mary's Hospital, Paddington, Inggris.

    Ratu Elizabeth II menerima berita kelahiran pewaris tahta urutan kelima itu pada siang waktu setempat dan semua anggota keluarga kerajaan juga senang mendengar kelahiran bayi ketiga Kate Middleton dan Pangeran William. Dilansir dari Chicago Tribune, Pangeran William hadir pada saat kelahiran dan pihak istana mengatakan kalau ibu dan bayi sehat dan semua berjalan dengan lancar.

    Bayi itu adalah adik laki-laki dari Pangeran George, 4 tahun, dan Putri Charlotte, yang akan merayakan ulang tahun ke-3 pada 2 Mei 2018. Keduanya lahir di rumah sakit yang sama, seperti Pangeran William dan adiknya, Pangeran Harry. Hari Senin ini adalah Hari St. George, hari nasional Inggris.

    Sebelumnya, Kate Middleton melakukan tugas resmi terakhirnya pada 22 Maret 2018 sebelum cuti hamil. Walaupun mengalami hyperemesis gravidarum, yakni kondisi mual dan muntah di masa kehamilan dengan frekuensi serta gejala yang jauh lebih parah daripada morning sickness, kelahiran sang pangeran berjalan dengan lancar.  

    Kelahiran diawasi oleh tim dokter, termasuk konsultan kandungan Guy Thorpe-Beeston, dan konsultan ginekolog Alan Farthing, yang juga hadir untuk kelahiran George dan Charlotte, serta para bidan rumah sakit yang terpercaya.

    Baca juga:
    Saran Kate Middleton Bikin Gaya Meghan Markle Kian Elegan
    Hamil Tetap Modis, Tiru Gaya Kate Middleton
    Kunci Cantik Kate Middleton dari Ujung Rambut Sampai Kaki


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.