Memahami Kriteria Pekerjaan Favorit Generasi Milenial

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sedang wawancara kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sedang wawancara kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Generasi milenial memiliki cara pandang yang cukup terhadap karier. Psikolog industri dan organisasi sekaligus executive coach terakreditasi ICF, Meta Trisasanti, MBA, M.Psi, LCPC, ACC  menerangkan, berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan dasar para milenial telah dipenuhi oleh orang tua mereka, generasi baby boomer yang relatif mapan secara finansial.

    Karena itu kebutuhan utama generasi milenial saat ini bukanlah materi semata, melainkan terpenuhinya self-esteem atau penghargaan terhadap diri, juga pengakuan dan fungsi sebagai bagian dari kelompok.

    “Para milenial akan dapat bertahan pada sebuah pekerjaan dalam jangka waktu relatif panjang, jika pekerjaan itu memenuhi beberapa kriteria," ujar Meta. Kriteria tersebut adalah adanya kejelasan tugas dan tanggung jawab, work-life balance (keseimbangan antara karier, pribadi, dan sosial), fleksibilitas jam kerja, penghargaan terhadap keunikan individu, penghargaan atas hasil kerja, kepercayaan serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
     
    "Jika sebagian besar dari unsur-unsur itu tidak terpenuhi, bukan tidak mungkin mereka akan mencari ladang baru,” lanjut Meta. Sebab itu, mereka cenderung memilih pekerjaan dengan kebebasan untuk mengembangkan diri. Biasanya pekerjaan itu terdapat pada sejumlah profesi baru yang lahir di era kecanggihan teknologi. 
     

    “Karena sangat lekat dengan teknologi, profesi favorit dan idaman para milenial juga masih berkaitan erat dengan kecanggihan teknologi. Seperti profesi yang terkait dengan teknologi (misalnya web developer, bloger), dengan dunia hiburan (misalnya DJ, sutradara, aktor), dengan hobi (misalnya pengamat kuliner, gaya hidup, mode), atau di perusahaan multinasional yang berkaitan dengan teknologi dan perusahaan startup,” ujar Meta.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.