Kiat Orang Tua Menghadapi Anak yang Stres Menjelang Ujian

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMA. ANTARA/Wahyu Putro

    Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMA. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Jakarta - Seperti yang terjadi setiap tahunnya, menjelang Ujian Akhir Nasional atau ujian lainnya, ketegangan dan stres sering menyerang para siswa, termasuk juga orang tua yang anaknya akan menjalani ujian. Tak sedikit siswa yang tiba-tiba jatuh sakit menjelang ujian tiba atau bahkan menjadi sulit berpikir, padahal sebelumnya dia merasa mampu menjawab semua soal dalam ujian yang diberikan.

    Bukan hanya anak-anak, orang tua juga cenderung merasakan panasnya suasana menjelang ujian anak-anak. Pada gilirannya, mereka menekan anak-anak untuk bekerja lebih keras demi mendapatkan angka yang bagus.

    Tetapi, sebagai siswa dan orang tua, Anda harus ingat bahwa stres adalah bagian alami dari kehidupan dan Anda harus menghadapinya pada titik tertentu atau yang lain. Daripada menyerah pada stres, Anda harus mencoba menggunakannya sebagai bahan bakar untuk membantu berusaha lebih keras untuk berhasil dan mencapai tujuan.

    Sebelum dapat menentukan cara-cara mengurangi stres jelang ujian, Anda harus mencari tahu apa yang menyebabkan begitu banyak stres. Setelah itu ditentukan, Anda dapat dengan mudah mencari cara untuk mengurangi stres.

    Penyebab stres yang paling umum jelang ujian

    #Kurangnya motivasi
    Karena beragam alasan, seorang siswa mungkin tidak merasakan motivasi untuk belajar atau keinginan untuk berhasil. Ini bisa disebabkan oleh beberapa masalah pribadi atau dia mungkin memiliki masalah di rumah yang mengurangi tingkat motivasinya.

    #Tidak ada persiapan atau perencanaan
    Ketika menghadapi ujian, seorang anak harus selalu merencanakan bagaimana menghadapi berbagai subyek. Selain menetapkan rencana studi, durasi belajar untuk setiap mata pelajaran juga harus ditetapkan jauh sebelum tanggal ujian tiba. Jika anak belum memiliki rencana untuk persiapan di tempat, ia akan menderita stres yang ekstrem ketika hari ujian semakin dekat.

    #Target yang sangat tinggi
    Mungkin tidak ada satu pun teman atau anggota keluarga yang tidak bertanya kepada anak apakah dia belajar dengan baik atau tidak. Mereka bahkan mungkin lebih jauh menanyakan detail rencana studinya. Mereka mengatakan kepadanya bahwa mereka memiliki harapan yang sangat tinggi darinya. Perilaku semacam ini menyebabkan stres yang tidak semestinya dalam pikiran anak-anak.

    #Kompetisi
    Kompetisi selalu sangat tinggi ketika ujian. Dari jumlah lembar tambahan yang digunakan selama ujian hingga nilai yang mereka peroleh, anak-anak dihadapkan pada persaingan konstan. Kompetisi ini akan mendorong anak untuk melampaui kemampuannya tetapi juga dapat menyebabkan stres.

    Tanda-tanda Stres Yang Perlu Anda Waspadai

    #Selalu khawatir
    Seorang anak yang berada di bawah tekanan ujian akan terus khawatir. Jika Anda melihat anak peduli tentang ujian dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi masa depan mereka sepanjang waktu, sekarang saatnya untuk melakukan sesuatu.

    #Selalu tegang
    Jika anak tampak tegang sepanjang waktu, kemungkinan besar itu disebabkan oleh stres

    #Sakit perut dan sakit kepala
    Tubuh dan pikiran anak tidak dilengkapi dengan baik untuk menghadapi tekanan yang ekstrem. Jika terlalu banyak tekanan terus-menerus, itu akan dimanifestasikan sebagai penyakit fisik dan ketidaknyamanan seperti sakit perut dan sakit kepala.

    #Tidur tidak nyenyak
    Jika memperhatikan anak belum tidur nyenyak di malam hari, Anda harus bertanya pada diri sendiri apakah itu karena stres. Jika anak tidak cukup tidur, itu akan mempengaruhi studinya, mendorongnya lebih jauh ke dalam stres dan ketegangan.

    #Iritasi
    Seringkali, stres muncul sebagai iritasi terhadap orang lain. Jika anak yang biasanya baik dan penuh kasih telah memaki Anda atau bersikap kasar kepada saudara-saudaranya belakangan ini, Anda harus tahu bahwa itu adalah karena tekanan.

    #Perubahan nafsu makan
    Ketika sedang tertekan, nafsu makan adalah salah satu hal pertama yang terpengaruh. Beberapa anak menanggapi stres dengan perasaan tidak enak pada makanan. Ada orang lain yang merasa sangat lapar di bawah tekanan juga. Kedua perubahan perilaku ini tidak sehat dan harus diperiksa segera setelah diketahui.

    #Hilangnya minat berktivitas
    Anak-anak memiliki satu kegiatan yang mereka sukai, bisa berupa permainan video, musik, seni dan kerajinan tangan, atau apa pun yang benar-benar mereka sukai. Jika memperhatikan bahwa anak tidak terlibat dalam kegiatan yang ia sukai lagi atau tidak menikmatinya seperti sebelumnya, Anda harus menyadari bahwa ada sesuatu yang salah.

    #Selalu negatif dan suasana buruk
    Jika anak tiba-tiba menunjukkan pandangan negatif terhadap dunia dan tampaknya selalu dalam suasana hati yang buruk, itu bisa jadi karena tekanan semakin meluas kepadanya.

    Artikel lain:
    Anak Senang Menyusun Benda, Belum Tentu Gejala Autisme
    Anak Suka Mengurutkan Benda, Jangan Panik Dulu. Simak Kata Pakar
    Ajarkan Anak Mandiri sejak Kecil, Stop Ketergantungan pada ART

    Cara Membantu Anak-Anak Anda Saat Mereka Mempersiapkan Ujian

    #Pastikan anak makan yang sehat
    Seperti disebutkan sebelumnya, nafsu makan adalah salah satu hal pertama yang dipengaruhi oleh stres dan ketegangan. Anak mungkin menghindari makan sama sekali atau Anda mungkin menemukan dia sering makan junk food. Salah satu dari kebiasaan ini tidak baik untuk anak.

    Jika anak menolak untuk makan, pastikan membujuknya untuk makan dengan jumlah makanan yang sesuai. Jika anak mengoknsumsi banyak junk food, pastikan untuk membuang semua makanan sampah dari rumah. Sebagai gantinya, berikan anak camilan sehat seperti buah dan sayuran. Ingat, kelebihan soda, cokelat, manisan, dan makanan cepat saji akan meningkatkan iritabilitas dan kemurungan anak.

    #Terapkan waktu tidur yang benar
    Anak pasti sudah mempersiapkan ujian ini untuk waktu yang lama. Jadi, belajar semalaman di hari sebelum ujian tidak akan berguna bagi mereka. Menghabiskan malam untuk tidur yang nyenyak akan jauh lebih bermanfaat. Mereka tidak akan stres keesokan harinya dan memiliki pikiran yang jelas dan siap untuk menghadapi ujian.

    #Mengutamakan yang penting
    Ketika anak menjalani ujian, beberapa hal harus disisihkan. Jangan khawatir tentang tugas-tugas di sekitar rumah yang perlu dilakukan atau pertemuan masyarakat yang harus dihadiri. Ujian akan segera berakhir dan kemudian Anda dapat kembali tenang juga.

    #Bantu mereka bila membutuhkan
    Tanyakan kepada anak apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka. Anda dapat melakukan bagian Anda dengan mengubah rumah menjadi lingkungan belajar yang baik. Dapatkan tabel waktu belajar mereka dan atur kertas ujian yang dapat mereka pecahkan. Lakukan ini hanya jika anak membutuhkan dan meminta Anda untuk melakukannya. Motivasi anak dan biarkan dia tahu bahwa Anda selalu ada untuk membantunya dengan cara apa pun yang dibutuhkan.

    #Bicara kepada mereka tentang stres
    Jika merasa bahwa anak tidak dapat mengatasi stres dengan baik, luangkan waktu untuk berbicara dengannya tentang hal itu. Bantu dia merasa nyaman dengan membiasakan diri dengan hal-hal yang akan terjadi saat ujian. Salah satu hal yang dapat Anda lakukan adalah membawanya ke ruang ujian. Beri dia kertas pertanyaan dari beberapa tahun terakhir untuk dipecahkan, yang akan membantunya merasa percaya diri untuk menghadapi ujian.

    #Meminta mereka berolahraga
    Kebanyakan orang tua membatasi waktu untuk permainan dan latihan fisik selama waktu ujian. Sebaliknya, dorong anak untuk bermain di luar selama satu jam setiap hari. Minta dia untuk melakukan kegiatan seperti berlari, joging, berenang, atau aktivitas fisik apa pun yang dia sukai. Melakukan hal itu akan membantu menghidupkan kembali tekanan dan dia akan memiliki kepala yang jernih ketika kembali belajar.

    #Tidak menambah tekanan
    Sebagian besar tekanan ujian diendapkan di rumah. Secara sadar atau tidak sadar, orang tua cenderung menaruh banyak tekanan pada anak-anak. Sebagai orang tua, Anda harus bebas stres dan berusaha tidak memproyeksikan ketakutan kepada anak.

    Nilai rendah dalam ujian bukan kiamat. Cobalah untuk tidak mengkritik karena kesalahan mereka dan mendorong di setiap langkah persiapan mereka. Setelah ujian selesai, Anda tidak perlu banyak membicarakannya. Apa yang terjadi, terjadilah. Cobalah untuk mengawasi ujian berikutnya.

    #Beri penghargaan
    Anda tidak perlu membuat suguhan mahal atau boros. Hal-hal sederhana seperti memasak hidangan favorit atau membiarkan menonton film akan membangkitkan semangat mereka. Melakukan hal itu akan memberi tahu anak bahwa Anda melihat kerja keras mereka dan memberi imbalan terlepas dari hasilnya. Ini akan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras dan berhasil.

    Kapan Anda harus berbicara dengan profesional untuk membantu?

    Stres sering terjadi selama ujian, tetapi harus pergi ketika ujian selesai. Jika anak menunjukkan kemurungan, lekas marah, atau tampaknya depresi, bahkan setelah ujian, Anda harus berbicara dengan seorang profesional dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.