Prediksi Dian Pelangi Hijab yang Bakal Jadi Tren Lebaran 2018

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer busana muslim Dian Pelangi. TEMPO/Nia Pratiwi

    Desainer busana muslim Dian Pelangi. TEMPO/Nia Pratiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dian Pelangi menilai print hijab akan menjadi tren hijab untuk Lebaran 2018. Print hijab mengacu pada kain dengan desain penuh corak. Motifnya bisa bermacam-macam dari mulai bunga, kulit binatang hingga abstrak.

    "Kalau semakin kesini, print hijab kayaknya heboh dimana-mana. Hijab segiempat bermotif pun happening dimana-mana," kata Dian Pelangi ketika ditemui setelah konferensi pers Indonesia Fashion Week 2018: Sinar dan Pijar milik Wardah di Patio, Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Kamis 15 Maret 2018.

    Menurut Dian Pelangi, kaum perempuan tidak main-main dalam urusan membeli print scarf. Mereka bisa memborong jenis hijab tersebut dalam jumlah banyak. "Teman-temanku juga bilang print hijab itu gila. Dalam sekali, orang bisa beli lima atau 10. Jadi menurutku, Ramadhan mendatang pun tren print hijab masih digemari terutama yang berbahan voal," ujarnya.

    Baca juga: Dian Pelangi dan Wardah Luncurkan Koleksi Scarf Eksklusif 

    Dian Pelangi saat acara trunk show “Dear Paris…” di Bunga Rampai Restaurant, Rabu, 18 Oktober 2017. TEMPO | Satria Dewi Anjaswari)

    Baca juga:  Hijab Dian Pelangi Tunjukkan Keragaman di New York Fashion Week

     

    Dari segi warna, Dian Pelangi memprediksi pilihannya lebih beragam. Warna pink hingga hijau bisa menjadi tren untuk hijab saat Lebaran 2018.

    "Menurutku, warna seperti dusty pink atau mauve lumayan banyak digemari sekarang. Terus warna-warna kayak coral yang menjadi color of the year 2018. Kemudian warna hijau emerald," ujar Dian Pelangi.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.