Hari Perempuan Internasional, Ini Harapan Jurnalis Luviana

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luviana, Chief Editor Konde.co dan Humas Parade Juang Perempuan Indonesia di depan Gedung DPR RI, Jakarta, 8 Maret 2018. Tempo/Astari P Sarosa

    Luviana, Chief Editor Konde.co dan Humas Parade Juang Perempuan Indonesia di depan Gedung DPR RI, Jakarta, 8 Maret 2018. Tempo/Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Luviana sering dibicarakan pada 2012-2013. Luviana adalah jurnalis Metro TV yang telah bekerja selama sepuluh tahun. Dia dibebastugaskan pada 31 Januari 2012 dan diberhentikan sepihak tanggal 27 Juni 2012 tanpa keterangan jelas dari Metro TV.

    Sejak pengalaman yang dialaminya itu, Luviana terus mendorong masyarakat untuk menolak peraturan-peraturan yang tidak adil terhadap perempuan. Kini Luviana menjadi Chief Editor Konde.co, media untuk perempuan dan kelompok marginal. Dia berharap Konde.co dapat menunjukkan peran media yang lebih adil dan bijaksana. 

    Pada Hari Perempuan Internasional ini, Luviana mengkritik kebijakan media yang pemiliknya aktif dalam partai politik. “Kita juga mengkritik media yang banyak dimiliki, terutama televisi, oleh pemilik media yang berpartai politik yang kerap meminggirkan perempuan serta tidak memberikan keragaman dan ruang untuk perempuan,” ujar Luviana saat ditemui dalam Parade Juang Perempuan Indonesia di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018. 

    Lebih lanjut, Luviana menuturkan media memiliki peran yang besar di tahun yang sarat dengan agenda politik ini. “Dalam hiruk-piruk politik ini, media sekarang digunakan untuk kepentingan-kepentingan politik, untuk menyebarkan intoleransi dan stereotip perempuan,” kata Luviana, yang berperan sebagai juru bicara Parade Juang Perempuan Indonesia. 

    Parade Juang Perempuan Indonesia dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional ini digelar di gedung DPR/MPR, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Istana Negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.